Lapangan Pakistan

Artikel ini telah terbit di blog kompasiana

Dahulu, sekitar awal tahun tujuh puluhan, di daerah Surabaya Utara ada sebuah tempat, disebut orang sebagai lapangan Pakistan.  Lapangan itu tepatnya berada di jalan Gresik, berseberangan dengan asrama Brimob.  Saat ini lapangan Pakistan sudah tidak ada lagi, karena sudah berubah menjadi bangunan kantor pemerintah.

Nama lapangan Pakistan tidak aneh karena ke arah utara ditemui lapangan Colombo.  Lapangan Colombo masih digunakan untuk berlatih main bola.    Sebelah lapangan Colombo adalah kantor polisi untuk pengurusan SIM (Surat Ijin Mengemudi).  Penulis masih mencari informasi mengapa nama lapangan berasal dari nama negara Asia Selatan.  Jangan-jangan masih ada lokasi lain dengan nama India atau Bangladesh.

Pada awal tahun 70an, di kota Surabaya cuaca tidak sepanas sekarang, transportasi tidak sepadat saat ini.  Jalan Gresik adalah jalan Daendles, merupakan jalan penting lalu lintas ekonomi Surabaya ke arah utara (ke Gresik), Selatan (Sidoarjo), atau barat (Mojokerto).  Sekalipun ramai, jalan Gresik masih nyaman untuk tujuan jalan-jalan sore warga sekitarnya. Lapangan Pakistan menjadi tujuan utama keramaian pada sore hari hingga maghrib.  Seingat penulis, tidak ada lampu penerangan di lapangan Pakistan.  Mendekati saat maghrib, pemandangannya adalah lampu-lampu tempel gerobak dorong penjual bakso, angsle/ronde, ampyang (kacang gula) atau makanan minuman lain.

Karakter penduduk di sekitar lapangan Pakistan, sangatlah beragam.  Sebelah utara merupakan komplek perumahan yang dihuni keluarga TNI AL.  Sebelah Selatan, adalah komplek perumahan Brimob-Polri.  Sebelah dari perumahan Brimob adalah pemukinan penduduk padat, dalam kelompok menengah ke bawah.  Karakter itu bercampur dengan kehidupan pekerja atau buruh di sebelah lapangan, yakni industri pengolahan tembakau atau permesinan.  Mereka berasal dari beragam suku.  Keluarga Polri-Brimob atau TNI AL kebanyakan adalah pendatang dan multikultural.  Mereka ada yang dari Minahasa, Ambon, Sumbawa,  Makasar, Ternate, Batak. Sementara penduduk sekitar atau para pekerja adalah dari Jawa atau Madura.  Penduduk keturunan Cina ditemukan di antara mereka dengan berdagang di toko atau pasar terdekat (pasar PPI).  Tentu saja, saat itu tidak ada toko besar, mal atau supermarket.  Di Surabaya, toko besar hanya ada di Siola atau toko Nam di seputaran Tunjungan.  Tujuh kilometer jauhnya dari lapangan Pakistan.

Luas lapangan Pakistan seukuran kurang lebih satu setengah kali lapangan bola.  Sehingga memungkinkan pertandingan bola atau aktivitas permainan lain terjadi pada saat bersamaan.  Lapangan Pakistan tidak terawat secara baik.  Tidak jelas siapa yang punya.  Karenanya jangan harap tumbuh rumput menghijau, kecuali di pinggir lapangan yang teduh oleh pepohonan.

Yang menarik, lapangan Pakistan adalah tempat berkumpulnya orang atau anak-anak untuk berolah raga, bersepeda, bermain, bercengkerama dengan keluarga, atau sekedar cuci mata.  Beragam orang berkumpul di sore hari dalam suasana yang menghibur dan harmonis.  Anak kecil berlarian, menari dan melompat.  Pemuda dan orang dewasa ikut bergembira.  Para penjaja makanan ikut ceria melayani pembeli.

Saat itu suasananya sangat sederhana.  Tidak perlu sepatu untuk bermain bola, cukup sandal atau telanjang kaki.  Tidak harus berdatangan dengan kendaraan bermotor, cukup bersepeda atau jalan kaki.  Tidak harus berkostum bagus, cukup baju atau kaos sederhana.  Semua bersahaja dan bergembira.  Murah meriah.

Saat itu suasananya membaur dan aman.  Anak-anak berlari bebas tanpa kekuatiran orang tua.  Pemuda dan orang dewasa olah raga bersama tanpa prasangka.  Bersemangat main bola tanpa cidera.  Pembeli dan penjaja makanan/minuman merasakan kepuasan.  Tanpa kriminalitas.  Aman.

Lapangan Pakistan tinggal kenangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: