Kristal Bohemia

Berbicara mengenai kristal, maka senantiasa terkait dengan negara Ceko.  Sesungguhnya tidak saja terbatas Ceko, kristal juga dikaitkan dengan Jerman dan Austria.  Pembuatan kristal senantiasa berkaitan dengan ketrampilan pembuatan kaca (glassworks), pembakaran (smelting), dan kimia kristal.  Negara-negara itu punya sejarah panjang dan maju di bidang kristal.  Kristal menurut Wikipedia merupakan suatu padatan yang atom, molekul, atau ion tersusun secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi.  Pembentukan kristal adalah suatu proses pemadatan dari bahan cair. Pembentukan kristal  menghasilkan struktur kristalin yang dikenal sebagai kristalisasi.

Penulis sangat beruntung memiliki kesempatan mengunjungi pabrik kristal paling terkenal di dunia.  Dari pabrik ini, kristal dibentuk menjadi perhiasan mahal, asesoris selebriti, trophy olahraga (Formula-1, golf dan Grand Slam), botol parfum, lampu, serta pernik mewah lainnya. Pabrik Crystal Ruckl di Beroun, merupakan yang paling terkenal menghasilkan kristal Bohemian. Beroun terletak pada ketinggian 780 feet dpl kira-kira 50 km barat daya Praha, atau sekitar 1.5 jam menggunakan bis.

Pabrik kristal Rückl memiliki sejarah panjang.  Pabrik didirikan oleh keluarga Rückl (Sebastian Ruckl) sejak tahun 1704 di daerah sekitar Sumava (wilayah Bavaria Jerman yang berbatasan dengan Ceko).  Pada tahun 1846, Jan Rückl mendirikan pabrik di sekitar Ostrava (275 km menuju Timur dari Praha), sementara anaknya Antonin, mendirikan pabrik di Včelnička pada tahun 1875 (75 km tenggara Praha).  Terakhir keluarga Rückl membangun pabrik kristal modern di Beroun dimana penulis berkunjung kali ini.  Sebagai tambahan info, pabrik ini sempat mengalami nasionalisasi setelah perang dunia dua saat Cekoslowakia di bawah rejim komunis.  Perusahan negara (Sklárny Bohemia)  ini semakin menguatkan identitas kristal bohemia sebagai produk Cekoslowakia.  Pada tanggal 1 Juni 1992, kembali terjadi privatisasi dimana Jiří Rückl sebagai keturunan keluarga Rückl membeli dan mengambil alih Sklárny Bohemia menjadikan sebagai sklárna Nižbor.  Nižbor adalah tempat perusahaan kristal Rückl dalam wilayah Beroun.

Penulis mengunjungi pabrik kristal siang hari sekitar jam 14.00 (tepatnya tanggal 25 Oktober 2010).  Kunjungan seperti ini telah ditawarkan oleh banyak biro wisata dari Praha.  Begitu sampai di lokasi, kami memasuki mini café dengan menyajikan perhiasan kristal gelang, kalung, atau asesoris kecil.  Saya baru tersadar ternyata ada pintu yang menghubungkan dengan ruang lebih besar yang menampilkan produk kristal berukuran besar, misalnya vas bunga, gelas, lampu, atau patung binatang.  Kami tidak lama disini, karena harus mengikuti penjelasan perihal perusahaan dan produk-produknya.  Seorang pemandu perempuan dari bagian pemasaran menjelaskan kepada kami dengan bahasa Inggris di ruang terbuka. Ia berdiri membelakangi contoh-contoh bahan baku dan mendeskripsikannya.  Kami menyimak dalam udara cukup dingin pada suhu sekitar 10oC. Ia menjelaskan sejarah perusahaan dan keunikan produk kristal bohemia, yang terdiri komposisi bahan silika, zinc, Kalium, timbal dan borak.  Di pabrik Ruckl komposisi timbal (Pb oksida) sebesar 24 persen, sebagai unsur terpenting pembentuk, penguat dan pengeras kristal—penciri utama dari kristal bohemia.

Setelah itu rombongan memasuki ruang dimana berdiri tanur yang bersuhu hingga 1200oC untuk menyiapkan cairan kristal.  Suhu dalam ruangan seluas sekitar 400 m persegi itu cukup menghangatkan tubuh kami.  Di ruangan ini bekerja kurang lebih sepuluh orang dalam tiga grup melingkari tanur.  Setiap grup nampaknya sedang membuat jenis kristal yang berbeda satu sama lain.  Saya kebetulan mengamati dua group, yang masing-masing sedang membuat sejenis teko dan vas.  Cara pembuatannya sangat menarik, diawali dengan mengambil cairan kristal dari tanur dengan pipa besi panjang.  Cairan kristal sebesar kepalan tangan itu kemudian diputar-putar mengikuti pipa dan dimiringkan untuk membentuk bulatan lonjong. Cairan kristal kemudian ditiup oleh mulut dari ujung pipa sehingga membentuk rongga udara di dalamnya.  Udara terus ditiupkan  sehingga kristal lembek semakin mengembang, layaknya meniup balon.  Tahapan berikutnya kristal dimasukkan ke cetakan yang disiapkan anggota grup sambil terus ditiup sebelum proses pemadatan terjadi.  Proses pengambilan cairan kristal dari tanur hingga pemadatan kurang lebih memakan waktu tiga hingga empat menit.  Dari sini kemudian dapat dilihat proses pemotongan kristal, atau pemberian pegangan teko.  Luar biasa memang, kristal yang lembek dapat dimainkan untuk membentuk disain yang disukai.  Di ruangan ini juga dilakukan penghalusan permukaan kristal dengan metode pembakaran.

Rombongan kami sempat berfoto dengan latar belakang tanur. Posisi pengunjung memang dibatasi untuk menjamin keamanan, sekitar 3 m dari pekerja di dekat tanur seperti ditunjukkan rambu batas kuning di lantai.  Namun herannya, para pekerja tidak ada yang menggunakan perangkat pengaman, padahal suhu tanur tentu panas sekali.  Kawan kami pak Jon Efri memberanikan diri berfoto dengan pekerja, namun nampaknya seorang pekerja justru memberi kesempatan melakukan pemutaran dan peniupan cairan kristal.  Tentu pengalaman ini sangat mengesankan bagi pak Jon.  Ternyata untuk meniup perlu tekanan kuat dari rongga mulut, demikian keluhnya.

Selanjutnya kami dibawa memasuki ruangan untuk membuat ukiran.  Ruangan seluas 8 x 15 m persegi itu memuat mesin ukir sebanyak sepuluh hingga dua belas buah.  Saat itu hanya ada dua orang yang bekerja, laki-laki dan perempuan berusia lebih dari 60 tahun.  Mereka bekerja serius tanpa mengindahkan kedatangan kami.  Mereka bekerja tanpa masker membuat pahatan/ukiran dengan alat sejenis gerinda.  Menurut penjelasan pemandu, secara umum pabrik kristal Rückl dan industri sejenis menghadapi keterbatasan tenaga kerja.  Anak-anak muda tidak lagi tertarik bekerja di industri kristal, yang dianggap tidak bergengsi dibanding kerja di kota.  Setelah itu kami dibawa ke ruang pengemasan.  Sebagian besar produknya diekspor ke Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah menggunakan transportasi udara dengan kemasan yang aman.

Kunjungan diakhiri dengan belanja produk kristal.  Kata beberapa kawan, harga kristal di pabrik ini rata-rata 60 persen lebih murah dibanding di Praha.  Di etalase, sebagai contoh vas bunga berukir sederhana dengan tinggi sekitar 30 cm dan diameter 18 diberi harga sekitar 400 kron, atau sekitar 210 ribu.  Lampu meja berukuran tinggi 35 cm dan diameter 20 cm berharga 2100 kron atau satu juta rupiah lebih.  Menutup tulisan ini, seperti biasanya, orang-orang Indonesia sangat suka belanja.

Sumber bacaan:

http://www.ruckl.cz/en/

9 Responses to Kristal Bohemia

  1. Uniknya terletak pada proses pembuatan kristal tersebut.
    1. Proses terlihat sangat tradisional, seperti pembuatan gerabah di Kasongan Bantul. Tidak tampak seperti tengah di Eropa.
    2. Pekerja yang melakukan proses tersebut tidak menggunakan perlengkapan safety yang biasanya di Eropa sangat ketat. Ini juga seperti di Kasongan Bantul.
    Jadi Ceko sama dengan Bantul ? Ya nggak lah….

    • iwan says:

      sama pak, yang beda di yogya pakai kayu bakar; di ceko pakai listrik tenaga nuklir/gas

      • Bang efri says:

        kayaknya hampir mirip, utk mencapai tujuan yg diharapkan yaitu suatu seni imajinasi seni melalui kristal, hanya diperlukan kalau proses dibantul ini lebih modren lg minimal, kalau dg listrik atau sejenisnya akan lebih banyak lg produk yg dihasilkan, dan kami setuju bahwa anak bangsa ini sangat suka dg seni kristal…semoga Bantul dpt lebih maju lagi dalam produksi kristalnya shg mencapai go internasional seperti bohemia

  2. Bang efri says:

    selama ini maaf kami sebagai anak bangsa, belum mengetahui, bahwa dibantul juga ada proses pembuatan kristal seperti ini, mungkin diperlukan pemasaran atau minimal khalayak juga dapat mengetahui adanya pembuatan kristalisasi ini…hebat luar biasa ternyata negeriku ini

  3. Karma Suta says:

    * Dengar-dengar ada mau mecah2in di toko souvenir itu ya…..COME HERE, I WANT TO BUY…..hehehe. Whatever, semuanya menambah memory dan perbendaharaan cerita, bahwa kita pernah ada di dalam pabriknya kristal Ceko….

    * Kapanpun membaca Blog ini, disana kita pernah ada.

    • iwan says:

      ha..ha, terimakasih pak karma atas komentarnya. alhamdulillah kita ada dalam bagian sejarah itu. kita semua sangat menikmati; terutama pak abadan dan pak wahyu yang sangat gembira pergi ke ceko. Semoga hal ini bermanfaat utk masa depan bangsa. smg sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: