SELAMAT TINGGAL KEBONSIRIH

Canda tawa itu telah pergi.  Tegur sapa telah berlalu.  Usil, gangguan, godaan, kenakalan telah usai.  Semua itu hilang berbarengan dengan perpisahan kami, peserta PPRA 45 Lemhannas tahun 2010.  Tidak disangka kebersamaan selama 9.5 bulan itu begitu membekas, berkesan, dan membayang di benak kami.  Kebersamaan dalam perasaan, kegiatan, dan harapan. Lebih penting dari itu adalah kebersamaan dalam tanggungjawab, untuk mengemban amanah untuk memajukan bangsa, untuk mewujudkan kesejahteraan dan menciptakan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kebersamaan kami sangatlah alamiah.  Kami berangkat dari beragam latar belakang profesi, asal-usul, usia (berkisar dari 35 hingga 55 tahun), dan tentu pengalaman.  Namun karena kami memiliki kehendak yang sama, yang berjalan secara jujur dan terbuka; maka yang terjadi adalah adanya kesadaran saling pengertian yang tinggi, saling memahami secara mendalam, dan tentu saling mengisi.

Diantara kami ada yang suka makan krupuk, ada yang suka usil, ramai dan heboh, sangat kreatif, suka berfoto, konyol, suka bernyanyi, nyleneh  dan bercanda (bukan berjanda).  Itu semua memberikan lingkungan yang segar dan bergairah, dan pantas untuk ditertawakan.  Di sisi lainnya, ada yang serius, percaya diri, (pura-pura) marah, ada yang sakit, atau suka menyendiri, menandakan betapa beratnya beban pendidikan yang harus diserap dan harapan untuk menyelesaikan kewajiban pendidikan.  Seluruh karakter tersebut menyatu secara mutualisme dan dinamis dipandu kedewasaan dan kebesaran hati untuk membangun persahabatan dan persaudaraan.

Di meja makan, kami senantiasa terbayang pak Joko yang ramai dengan krupuk dan gong.  Disana kami semua bersemangat melihat pak Wahyu Hidayat dan Joko Harianto saat makan.  Di ruang diskusi, terbayang pak Abadan, pak Rudiono atau pak Karma yang sangat tegas menyampaikan pendapatnya, pak Nixon dengan kecermatannya, atau pak Martanto dengan basa-basinya.  Di ruang kelas, semua pasti menunggu pak Inu bersuara, bu Nita dengan aneka gagasannya, romo Prapto dengan suara mantabnya, pak Fachmi dengan berita pendidikan, atau pak Dwi Badarmanto dengan ’rekan-rekan sekalian…’.  Tentu saja, ada bakat-bakat seniman yang tidak terlupakan.. pak Iman Sudrajad dengan suara rocker, pak Arjun Roem dengan saxophone, pak Piet yang memiliki cengkok mirim Rhoma Irama, serta suara Teti Kadi dari bu Sri Wahjuni.

Dalam berbagai kegiatan khususnya SSDN maupun SSLN, selain kegiatan formal serius sesuai penugasan, kami juga manusia biasa yang punya hasrat rileks.  Saat SSDN ke kepulauan Riau, kami sungguh menikmati perjalanan laut, sedikit narsis berfoto ria.  Pak Hussein merasakan pengalaman yang sangat berkesan.  Pak Fauzul juga sempat menunjungi karaoke, hal yang pertama kali dilakukan oleh beliau.  Sampai di Batam, kami juga bersemangat ’mborong’; pak Baher atau dr Herry bahkan memiliki koper yang berkembang biak.  Saat SSLN ke Ceko lebih konyol lagi, pak polisi ketipu menjadi cerita lucu.  Mengapa? Karena pak Wahyu Hidayat tertipu oleh money changer liar, yang harusnya menukar dolar dengan kron malah dapat mata uang Bulgaria.  Pak Abadan pun luar biasa, meskipun bahasa Inggrisnya pas-pasan namun dapat berkomunikasi dengan baik dengan gadis-gadis bule.  Pak Abadan sempat marah-marah saat berkunjung ke pabrik kristal, sebab waktu berbelanja amat terbatas, sementara kita semua berebut belanja kristal.  ”Gue pecah-pecahin”, katanya.  Pak Suko pun terkagum-kagum dengan eksotiknya Praha dan kecantikan wanita Ceko itu.

Kebersamaan harapan tentu saja benar.  Harapan selain dapat menyelesaikan kewajiban pendidikan, tentu adalah mengemban amanah untuk mengembangkan wawasan kebangsaan di bidangnya masing-masing.  Kami telah memperoleh pembekalan, terakhir dari presiden, tentang tantangan globalisasi. Harapannya adalah kami mampu merubah tantangan itu menjadi manfaat di dalam pembangunan.  Wujud nyata wawasan kebangsaan itu adalah mengembangkan keunggulan diperkuat dengan peningkatan kualitas SDM agar mampu bersaing dengan negara-negara lain.  Masuknya Indonesia dalam G20 adalah pintu masuk untuk akselerasi pembangunan untuk mengatasi kertertinggalan, keterbelakangan dan kemiskinan, yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Tentu saja kebersamaan kami tidak berhenti di kebonsirih.  Kami memiliki kebersamaan dalam menjalankan amanah untuk kejayaan bangsa.  Selamat tinggal kebonsirih.  Kami merindukanmu.

Beberapa cuplikan kebersamaan dari milis PPRA 45 yahoogroup pasca perpisahan 16 Desember 2010

Selamat pagi pak Cah, pak dokter Herri, pak Taufik dan rekan2 alumni PPRA 45. Semoga kegembiraan dan ppra 45 profesorkesuksesan menyertai Anda dan keluarga hari ini. Malam ini saya tidur di mess lemhannas karena siang ini saya baru berangkat pulang ke palembang, sepiiiii sekali sendirian. Saya nonton tv di lobby lantai 4, saya tunggu2 tidak ada teman2 yang datang, biasanya ada Prof Iwan, Prof Fauzul dan pak Beni Manurung yg rajin nonton, ya…tinggal kenangan… Rekan2 jika ada kesempatan ke Palembang mampir ya, supaya bisa bersama menikmati mpek-mpek Palembang yg enaak..tk. (Romo Suprapto, 23 Desember 2010)

Assalamu ‘alaikum Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua. Mari sambut mentari pagi dengan optimis dan positive thinking bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita semua pada hari ini dan hari hari mendatang…. Amien. (Mewakili P Putu dan Mbak Nita yang biasanya jam segini sudah membuka milis dengan morning greeting …. Xi xi xi)….(Dwi Triono, 18 Desember 2010)

dear Ketua IKAL 45 dan para sahabat…Dalam Rangka Menjaga Moment dan Momentum Perjalanan kita IKAL 45 saya Mengusulkan agar tgl. 16 Desember 2010 sebagai Hari Ulang Tahun kita.Moment ini akan dipakai sebagai tonggak sejarah Alumni IKAL 45. Setiap tahun dirayakan dengan Reuni, Kegiatan Sosial, Olah Raga, Seminar dan Kegiatan Produktif, rekreatif dan Reflektif, sekaligus sebagai Forum Komunikasi kita di tengah Pengabdian Bersama bagi bangsa dan negara…Semoga usulan ini dapat ditanggapi oleh Pengurus IKAL 45 dan Rekan’s semua.  Dankje…. (Febry Calvin Tetelepta, 18 Desember 2010)

Romo Prapto…..saya kangen dengan KETEDUHAN, KESANTUNAN dan KETENANGAN Romo…..Selamat Jalan saudaraku, selamat berkarya setelah lebih dari 9 bulan bersemedi…..(Karma Suta, 22 Desember 2010)

efri khoirul karma inu hendro yudhiTeman2 PPRA XLV yang saya cintai dan saya banggakan
1. Ada perasaan senang stlh menyelesaikan Pendidikan di Lemhannas yaitu saya tidak perlu berangkat jam 5 pagi utk bertemu pak joko dan pak hendrajat serta teman2 yg lain.
2. Ada perasaan sedih dan kehilangan suasana dikelas tatkala kita becanda atau sewaktu saya clometan dan membuat teman2 merasa terhibur dlm menghadapi padatnya kegiatan Pendidikan.
3. Teman2 semua yang saya lakukan sewaktu kita menghadapi padatnya kegiatan Pendidikan tidak ada maksud menyinggung atau menyakiti perasaan pihak lain ataupun merusak suasana belajar, semua itu saya lakukan sekedar utk menyegarkan suasana belajar kita selama hampir 6,5 bulan lamanya.
4. Saya mendapatkan banyak pelajaran dari teman2 semua baik itu kepemimpinan, teamwork, spirit of brotherhood dan masih banyak lagi.
5. Untuk itu saya atas nama pribadi maupun keluarga mohon dibukakan pintu maaf yg selebar-lebarnya apabila selama kita menyelesaikan Pendidikan di lemhannas ada perkataan maupun perbuatan saya baik sengaja maupun tidak sengaja yg tidak berkenan.
6. Semangat kekeluargaan ini harus selalu kita pupuk dan bina sampai kapanpun.
7. Kita tidak akan bisa merubah dunia, kita tidak akan bisa merubah negeri ini, kita tidak akan bisa merubah lingkungan kita bahkan kita tidak akan bisa merubah keluarga kita yang bisa kita lakukan hanyalah merubah diri kita sendiri.
8. Selamat berjuang teman2 semua negeri ini membutuhkan kita semua. (Inu Baskara, 16 Desember 2010)

Jadi kita bersaudara nich?? Yakin ya??? Ka ka ka.. Selamat ya saudara semua.. Mungkin beberapa hari ke depan ada yang bangun pagi terus siap2 mau mendengarkan ceramah di Lemhannas, ada juga yg ga sadar, mobilnya sudah masuk parkir Lemhannas, ada juga yg buru2 pakai tanda peserta.. Pasti banyak kemungkinan, mungkin kita juga saling merindukan. Kalo ingat tingkah waktu pendidikan, mgk juga tertawa sendiri hi hi hi, ada yg ketiduran, ada yg melucu, ada yg bengong ada yg melamun, ada yg serius.. Ada yg mukul gong he he.. Semuanya menjadi indah untuk dikenang.. Tetap semangat ya, masa depan yg lebih baik ada di depan kita. Bravo Alumni PPRA XLV, skrg menjadi IKAL, alias keriting… GBUs All.. (Badikenita Sitepu, 16 Desember 2010)

……. Kegelisahan yang dirasakan, dapat disimpulkan dalam sebuah Adagium yang Sederhana “TANHANNA DHARMA MANGRVA PERJUANGAN”….. Artinya, Untuk Mewujudkannya Membutuhkan Perjuangan yang Tulus dan Berani, dilandasi dengan Keyakinan dan Keteguhan Hati, tanpa Reserve, atau memikirkan diri sendiri… Intinya adalah “Harus Mampu Menyangkal Diri”. Karena yang kita hadapi adalah sebuah sistem yang sangat semena-mena, Hegemony dan “power play”….tapi yakinlah semuanya akan berakhir…karena Kebenaran itu Tidak Pernah Mendua…. Amin…. (Febry Calvin Tetelepta, 17 Desember 2010)

Selamat pagi Indonesia. Selamat pagi IKAL 45 beserta istri.  Alhamdulillah pagi ini salah satu istri anggota IKAL 45 akan menjalani prosesi ujian terbuka/ujian Promosi untuk mempertahankan Disertasi Doktornya dalam bidang Ilmu Kesehatan Anak di FK UI. Mohon doa dan dukungannya. Karena masih dalam suasana 40 hari sejak UTUP kemarin, katanya doa-doa peserta masih makbuil-makbulnya. Amin. Kalau menjelang Taskap dan Seminar PPRA kemarin saya “mendiamkan” istri, giliran saya sudah seminggu ini “didiamkan” istri…….hehehe……(Fachmi Idris, 20 Desember 2010)

5 Responses to SELAMAT TINGGAL KEBONSIRIH

  1. Prof, sing ora melu outbond jebule yo lulus dengan predikat Istimewa…. Malah ono sing entuk seroja… Hehe….

  2. iwan says:

    banyak bekal selama ppra 45. Bekal itu untuk diimplementasikan di kehidupan, tugas dan kewajiban masing-masing. Seroja itu ada di dalam hati masing-masing. Inisiatif, kreativitas Pak Cah juga layak mendapat seroja. Terimakasih atas persahabatan dll. semoga sukses

  3. Karma Suta says:

    * Mengesankan Prof……biasanya kalau saya membaca tulisan dengan metode Scanning saja, tetapi pada edisi ini “Jujur saya berbuat dengan jujur” telah membaca dengan penuh perasaan, baris per-baris dibaca seiring dengan bergelayutnya memory sesuai makna yg Prof tulis.

    * Terimakasih juga ada penggalan “comment” saya ikut ditampilkan….dan saya mohon agar BLOG2 ini tetap Prof File`kan dengan baik….karena saya meyakini AKAN ADA BANYAK IKAL-45 YANG KELUAR MASUK GEDUNG PEMBEKALAN TERAKHIR KITA di Jl.MEDAN MERDEKA UTARA,Amiin….kelak Tulisan seputar PPRA/IKAL eXcLusiVe menjadi bagian dari saksi sejarah.

    * Selamat berkarya, dan sampai jumpa pada saat Reuni IKAL-45 nanti (?)

    *

  4. Febry Tetelepta says:

    Prof Irwan… thanks atas refleksi yang paripurna.. sebuah potret lengkap tentang perjalanan dan hidup kita selama 9,5 bulan dalam PPRA XLV LEMHANNAS RI… semoga ke depan kita tetap membawa semangat dan wujudkan TANHANA DHARMMA MANGRVA dalam setiap langkah hidup kita. Amin…
    salam (efcete)

    • iwan says:

      Selamat datang dan terimakasih pak Febry mengunjungi di blog ini. Sungguh suatu pengalaman luar biasa bergabung dg ppra 45. Bertemu dengan bapak dan kawan-kawan lain. Apa yang tertulis di blog ini hanyalah sebagian saja mengekspresikan pengalaman itu, dengan jujur dan seadanya. saya masih ingin menuliskan lebih banyak lagi… Semoga sukses dan salam utk keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: