Usia Muda, Jangan Takut

Tulisan ini dapat dibaca di blog kompasiana.

Usia muda memang harus energik.  Betapa tidak, hanya usia muda yang punya fisik kuat dan mumpuni.  Usia muda memungkinkan mobilitas tinggi relatif tanpa kendala.  Saat SMA, semangat tersebut diperlukan untuk memulai aktualisasi diri.  Saat mahasiswa, idealisme mulai terbangun beriringan dengan pembelajaran dan kedalaman pemikiran.  Saat awal-awal menikah, semangat dan idealisme diarahkan dan dikonsolidasikan dengan pasangan hidup untuk menata masa depan menuju keberkahan.  Di saat usia empat puluhan, beberapa orang dengan semangat usia muda masih saja trengginas.  Namun yang seperti ini tidak banyak.  Kendala mobilitas dan idealisme mulai menurun (bukan mlempem) karena memiliki pertimbangan lebih komplek, misalnya faktor kesehatan, anak, dan alasan waktu.

Bagaimana mengisi usia muda? Apakah dengan nongkrong di pinggir jalan dengan ngopi capucino? Apakah cuma jalan-jalan menghabiskan waktu di jalan? Dengan main game berlama-lama di depan komputer? Main handphone, sms, chating, atau BB-an menghabiskan pulsa? Atau hanya males-malesan tanpa hasrat mengelola waktu?  Sungguh sayang kalau hanya demikian.  Namun jangan kaget, pemandangan tersebut begitu mudah ditemukan pada segala umur.

Suatu saat penulis bertemu dengan seorang kawan.  Ia setengah mengeluh, putrinya yang SMA terlalu serius, suka membaca dan menyendiri di kamar.  Kawan tadi memang merasa kesepian karena sesungguhnya ia ingin bisa bermain dan bercanda dengan putrinya.  Penulis tidak memberi komentar dengan keluhan tersebut.

Tidak lebih satu bulan, kawan tadi kembali “mengeluh sedih bahagia” kepada penulis.  Katanya: “Anak saya mau berangkat ke Amerika untuk pertukaran pelajar.  Hanya dua orang di kota saya yang lolos seleksi program tersebut”.  Kembali penulis tidak berkomentar dengan hal tersebut.

Kira-kira satu bulan kemudian, kawan tadi “mengeluh kangen putrinya”.  “Pak Iwan, saya mau ke kedutaan Amerika untuk tanya-tanya tentang program sejenis, agar saya bisa pergi ke Amerika.  Kebetulan saya ada kenalan di kedutaan”.  Kemudian kawan tadi menunjuk ke facebook di laptopnya.  Di laptop itu, nampak foto-foto seorang wajah gadis Melayu ditengah kerumunan wajah kulit putih dan hitam. Ia tidak menyangka melihat anaknya yang memakai jilbab bisa akrab dengan remaja bule Amerika.  Ia merasa tidak percaya anaknya “mampu berkomunikasi” seperti itu, mampu bersosialisasi secara multikultural.  Ia hanya tahu anaknya di rumah sangat pendiam.  “Anak saya hanya mau ngomong dengan ibunya.  Jarang berbicara dengan saya”, katanya kawan itu.  Akhirnya penulis memberi komentar pendek: “Bapak harus bersyukur, putri bapak adalah anak muda yang luar biasa.  Tidak banyak anak muda seusia itu bisa berkesempatan ke luar negeri dengan kemampuannya sendiri”.  Sejak itu, penulis tidak ketemu secara fisik dengan kawan tersebut, kecuali via telefon dan sms.

Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa anak muda bisa menunjukkan potensinya, hanya melalui belajar.  Tidak ada lain kecuali hanya dengan belajar.  Bila usia SMA, anak tersebut harus bersemangat dan mau belajar matapelajaran SMA.  Bila usia mahasiswa, ia harus pandai berkreasi dan menyelesaikan akademiknya secepat mungkin.  Sesungguhnya kawan saya tadi seorang ustad.  Selama ini ia menciptakan suasana belajar di rumah dan anaknya mematuhi amanah tersebut.  Tentu saja ia dan istrinya senantiasa mendoakan yang terbaik untuk keluarganya.

Baru-baru ini, seseorang mendatangi penulis. Ia tergolong masih usia muda.  Ia minta ijin untuk studi doktor ke Inggris.  Sebenarnya pertemuan sebelumnya sudah sering terjadi.  Dalam berkomunikasi, ia sangat rendah hati; bahkan terkadang “sangat kabur” membaca semangatnya untuk studi.  Penulis sangat memahami hal ini.  Studi doktor khususnya ke luar negeri akan membuka tantangan luar biasa, tantangan dari diri sendiri, keluarga dan aspek lainnya.  Pada posisi itu, rasio tidak bisa menjelaskan perihal kepastian studi.  Sikap yang paling tepat adalah diam dan menjalani.   Penulis membesarkan perasaannya untuk tidak takut menjalani.  Sudah banyak yang berhasil menjalaninya.  Studi doktor bagaikan perjalanan spirituil dimana akan mampu menemukan definisi pertolongan Allah yang senyata-nyatanya.

Penulis mengajak para usia muda jangan takut untuk belajar.  Manfaatkan waktu untuk belajar.  Disiplinlah untuk belajar.  Jangan takut dan mudah menyerah.  Wajar ada rasa bosan, lelah, jengkel  dan marah ketika menemui kendala dan kesulitan.  Setelah itu segera duduk untuk memulai belajar.  Gunakan kaki untuk melangkah ke perpustakaan dan toko buku.  Manfaatkan mata untuk membaca, mengaji, dan menyimak.  Manfaatkan pendengaran secara positif, jauhi ghibah.  Gunakan tangan untuk mencatat, mencatat, menulis dan menulis.  Batasi pembicaraan dari yang tidak perlu.  Wahai para usia muda, tetaplah energik dan semangat.  Bangsa ini membutuhkan kiprahmu.

Orang-orang besar dan berpengaruh di dunia, tertempa ilmu, suka membaca dan belajar di usia muda.  Lihat Pangeran Diponegoro, Bung Karno, Jendral Sudirman, dan Supriyadi.

Kesulitan dan kemudahan adalah dua sisi yang  mudah diperdebatkan.  Dan jangan terjebak dengan itu.  Terus melangkah sebelum menemukan kesulitan itu memang sulit.   Jangan berpuas diri sebelum menemukan kemudahan itu memang mudah.

Vila Bukit Sengkaling, Lembah Panderman, 12 Oktober 2011

75 Responses to Usia Muda, Jangan Takut

  1. Joko Nardi says:

    mantap Pak ..sangat menyentuh dan membuat semangat di pagi hari bagi saya….thank you ….:)

  2. nieky putri s says:

    Menurut saya dari tulisan ini menyuruh kita sebagai anak muda bersikap lebih optimis pantang menyerah dan selalu berusaha untuk mencapai tujuan hidup atau cita-cita yang diinginkan. Misalnya dengan membaca, menulis yang kita inginkan, atau juga bisa dengan belajar, dengan begitu mungkin bisa mendorong kita semua untuk lebih berprestasi yang lebih baik lagi. Atau juga dengan cara berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan kita hidayahnya. Tulisan ini sangat menarik, karena bisa memberikan kita motivasi atau semangat yang sangat positif bagi anak muda dijaman sekarang ini karena apa? Anak muda sekarang hanya bisa bermalas-malasan saja yang hanya merepotkan orang tuannya maka dari itu diperlukan kesadaran diri dari masing pribadi. Terimakasih.

    Nieky Putri S

  3. david waluyo says:

    david waluyo

    sepakat pak iwan, selama ada “kemampuan dan niat” kaula muda dalam konteks pembelajaran di dunia pendidikan, masih mampu untuk mengembangkan jati dirinya untuk memenuhi keinginanya dari apa yang diinginkanya. sebagai contoh mahasiswa sekarang dapat mengembangkan jati dirinya dalam dunia PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), dimana dalam kegiatan tersebut mahasiswa “yang mempunyai jiwa karaker penulis” dapat di salurkan dengan kegiatan tersebut. “wajah baru” bagi mahasiswa sekarang untuk dapat berapresiasi dan berkompetisi dengan mahasiswa lain untuk “menciptakan pola pikir” yang idealis. dan artikel pak iwan ini bagus untuk di cermati dan di analisis secara normatif sebagai “cita-cita anak bangsa” untuk “meresapi, menjiwai, dan mengamalkanya”.

  4. “Terus melangkah sebelum menemukan kesulitan itu memang sulit.Jangan berpuas diri sebelum menemukan,kemudahan itu memang mudah”.Saya sangat setuju dgn kalimat tersebut.Bahkan Allah SWT berfirman“sesungguhnya sesudah kesulitan itu,ada kemudahan,sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(Al-Insyirah,5-6:)”Ini bukti bahwa Allah tidak pernah memberikan kesulitan abadi kepada hambanya.
    Anak muda dgn smangat yg membara,akan mampu untuk menunjukan potensi dirinya.Kita punya kemampuan untuk menciptakan sejarah seperti yang diceritakan di atas,tergantung pada apa yang dilakukan dalam mencapainya.bahkan Presiden Soekarno dalam pidato kenegaraannya pernah berkata:“Berikan saya 10 anak muda,maka saya akan merubah DUNIA”.
    ”Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya.QS. Ar-Ra’du (13):11

    • Iwan Nugroho says:

      Didik pancen top markotop. Terus berkreasi, kembangkan potensi. Masa depan ada di tangan kita sendiri. Hanya kita yang mampu merealisasikan. Semoga sukses

  5. ceritanya bagus pak.
    anak muda memang harus mampu mngembangkan diri. tidak hanya ugal ugalan dijalan raya.

  6. wahyu mardono says:

    mantap dah..

  7. rumi suwardiyati says:

    Semangat muda……Tulisan diatas bisa dijadikan motivasi untuk anak muda zaman sekarang karena sebagai anak muda penerus bangsa kita harus mempunyai pemikiran yang kreatif dan positif. Jangan takut untuk bermimpi,pergunakan waktu dan usia muda ini untuk hal yang positif dan melakukan perubahan sebelum sesal itu datang. Tidak munafik juga sebagai anak muda kadang kala sifat idealisme,egois,malas,berhura hura itu muncul akan tetapi itu tergantung diri kita sendiri untuk menyikapinya. Semangat muda yang bergelora maksudnya dalam hal yang positif harus selalu ditanamkan dalam benak kita. Jangan lupa untuk melakukan kesuksesan itu perlu suatu usaha dan doa. Salam muda…

  8. Mas Mochammad Syauqi Alaik says:

    Sebagai mahasiswa yang memiliki peran sebagai agent of change, yang menjadi prioritas adalah sebuah aksi nyata yang harus dilakukan untuk sebuah perubahan, tidak hanya sebatas idealisme kosong yang tanpa makna. Jika dikatakan “usia muda jangan takut”, kita sebagai pemuda memang tidak perlu takut. Kita telah merdeka, bukan hanya merdeka dari penjajah, tapi juga merdeka akan kebebasan untuk menjadikan diri kita menjadi insan yang lebih baik. dimulai dari sistem pendidikan yang harus berubah menjadi pendidikan yang motivasional sehingga mencetak anak bangsa yang berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti. Bukan lagi saatnya dunia yang mengendalikan tapi kitalah yang harus menggenggam dan mengendalikan dunia.

  9. Findi Ahmad says:

    Masa muda bukan suatu masa untuk bersenang-senang tapi masa muda adalah suatu masa untuk berjuang. meraih cita cita yg diharapkan dengan cara belajar dengan giat dan bekerja keras ,karena masa muda mempunyai semangat yang membara seperti api yang sedang meyala sebagai mana semangat seorang anak yg dikisahkan artikel diatas. ada ungkapan yg mengatakan berenang-renang kehulu berakit rakit ke tepian, bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Mahasiswa adalah agen perubahan sehingga, kita harus mampu merubah diri kita sendiri, lingkungan dan negara menuju sesuatu yg lebih baik. Semoga apa yg dikisahkan diatas dapat menjadi inspirasi dan kita sebagai mahasiswa mampu untuk mengimplementasikannya. Semangaaaaad..!!

  10. Fian Hermawan. says:

    Setuju, usia muda jangan takut belajar,sebab usia muda pada dasarnya ialah waktu di mana kita mencari ilmu sebanyank-banyaknya mencoba segala potensi dalam diri kita di segala bidang ilmu,olahrga,seni dll untuk mengetahui sebenarnya apa bakat kita,selain kita belajar di sekolah/kampus ada baiknya kita juga mengembangkan bakat kita melalui UKM2 yang ada di kampus,karena menurut saya kalo masih muda belajar hanya formal2/pelajaran2 yang di berikan dosen/guru saja,sayang rasanya,karena masa muda adalah masa mencari ilmu,masa untuk bermimpi,masa berusaha untuk masa depan kita,karena masa depan kita sukses apa tidaknya bergatung dengan apa yang kita lakukan sewaktu kita masih muda

  11. M. Mas'ud Ja'far says:

    Menurut pendapat saya dari artikel yang Bpk buat ini secara keseluruhan kita sebagai generasi muda harusalah mempunyai sikap selangkah lebih maju demi menggapai apa yang kita impikan. Semisal deengan kita mendengar perjalanan cerita dari dosen atau membaca artikel yang seperti Bpk buat dengan secara tidak sadar kami sebagai generasi muda bisa mengambil makna secara mendalam agar kita bisa mengubah hidup lebih baik dari segumpal cerita atau artikel tersebut. Atau dengan cara kita mendekatkan diori pada sang pencipta agar dipermudah jalan hidup kita dan semoga dijauhkan dari hal-hal yang tidak bagus dan dengan secara tidak sadar orang tua kita menangis atas perbuatan kita dan mereka mendoakan kita agar tetap menuju jalan yang lurus.

    M. Mas’ud Ja’far

  12. Mas Mochammad Syauqi Alaik says:

    Sebagai mahasiswa yang memiliki peran sebagai agent of change, yang menjadi prioritas adalah sebuah aksi nyata yang harus dilakukan untuk sebuah perubahan, tidak hanya sebatas idealisme kosong yang tanpa makna. Jika dikatakan “usia muda jangan takut”, kita sebagai pemuda memang tidak perlu takut. Kita telah merdeka, bukan hanya merdeka dari penjajah, tapi juga merdeka akan kebebasan untuk menjadikan diri kita menjadi insan yang lebih baik. dimulai dari sistem pendidikan yang harus berubah menjadi pendidikan yang motivasional sehingga mencetak anak bangsa yang berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti. Bukan lagi saatnya dunia yang mengendalikan tapi kitalah yang harus menggenggam dan mengendalikan dunia. SEMANGAT

  13. Syauqi Alaik says:

    Sebagai mahasiswa yang memiliki peran sebagai agent of change, yg menjadi prioritas adalah sebuah aksi nyata yang harus dilakukan untuk sebuah perubahan, tidak hanya sebatas idealisme kosong yang tanpa makna. Jika dikatakan “usia muda jangan takut”, kita sebagai pemuda memang tidak perlu takut. Kita telah merdeka, bukan hanya merdeka dari penjajah, tapi juga merdeka akan kebebasan untuk menjadikan diri kita menjadi insan yang lebih baik. dimulai dari sistem pendidikan yang harus berubah menjadi pendidikan yang motivasional sehingga mencetak anak bangsa yang berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti. Bukan lagi saatnya dunia yang mengendalikan tapi kitalah yang harus menggenggam dan mengendalikan dunia.

  14. ideaki muhamad ismu says:

    Pada dasarnya setiap orang yang lahir di dunia memiliki potensi dan bakat yang berbeda-beda. Namun terkadang seseorang itu tidak bisa menggali bakat dan potensinya sendiri karena suatu masalah. Tulisan ini bertemakan untuk memberi support kepada anak muda (pembaca) agar nantinya ia bisa menjalani hidupnya dengan kehidupan yang bermakna atau menuju kesuksesan. Tulisan yang dibuat sangat menarik karena tulisan tadi secara langsung menyadarkan saya, dan memberikan motivasi kepada saya untuk dapat meraih kesuksesan. Memang anak muda sekarang sulit untuk memperbanyak belajar dan mengurangi bermain. Tulisan ini telah memberi ilmu yang cukup menarik untuk meningkatkan spirit anak muda agar mau belajar dengan sungguh-sungguh.

  15. Fitridianti Permana says:

    Tulisan Bapak sangat menarik untuk menggugah kesadaran para kaula muda untuk melakukan perubahan yang positif. Banyak anak muda yang tidak peduli dengan masa depan bangsa. Mereka terlalu larut dalam gaya hidup hedonisme, mereka tidak sadar bahwa bangsa ini sangat membutuhkan keberadaannya sebagai generasi penerus yang berkompeten. Kita sebagai pemuda-pemudi Indonesia seharusnya sadar bahwa kita merupakan asset/investasi bangsa. Oleh karenanya kita harus bisa menjadi generasi yang pro aktif dalam kegiatan yang positif, jangan buang masa muda dengan percuma karena waktu yang telah terbuang tidak akan pernah kembali. Gunakanlah waktu sebaik mungkin. Janganlah mudah menyerah, ikhtiar, dan tidak lupa untuk berdoa adalah kunci dari kesuksesan.

  16. Ercilia Maria A. Lopes says:

    Saya setuju dengan apa yang telah dituliskan oleh pak Iwan, karena dengan jiwa yang masih mudah kita haruslah Merumuskan Visi dan Misi sebagai salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Kita akan menjiwai segala gerak dan tindakan di masa yang akan datang. Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat. Untuk menjadi sukses, kita harus memutuskan dengan tepat apa yang kita inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya. Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi? “Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok”.
    Langkah pertama dan yang paling penting menuju kesuksesan adalah merasakan bahwa kita bisa sukses. Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil Tidak akan ada keberhasilan tanpa tindakan. Tidak akan ada tindakan tanpa keberanian. Jadi tidak akan ada keberhasilan tanpa keberanian. sukses sejalan dengan keberanian.

  17. Muhammad luqmannulhakim jaya says:

    Masa muda memang masa yang paling tepat untuk menggapai apa yang kita impikan,sangat disayangkan kalok kita melewatkan masa muda dengan hal-hal yang sia-sia,bukankah agama juga mengajarkan kita untuk berbuat demikian.”Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu”.Melakukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik adalah suatu prinsip yang harus ditanamkan sehingga hasil yang baikpun Insyaallah akan menjadi akhir yang akan kita peroleh.Pada akhirnya Kesuksesan tidaklah lengkap tanpa sebuah keikhlasan agar kita tidak tertipu dengan kesuksesan yang kita peroleh yang pada dasarnya hanya sebuah titipan yang harus kita manfaatkan bukan untuk kita semata.Karena umat yang terbaik adalah umat yang bermanfaat bagi yang lainnya.

  18. MOHAMAD NOORKHOLIS SHIDIEQ says:

    Terima kasih Pak, tulisan ini secara tidak langsung telah mengingatkan saya dan juga sangat mungkin sebagian besar orang lain, untuk mengisi waktu dengan melakukan hal yang baik dan bermanfaat, salah satunya dengan belajar menuntut ilmu. Mungkin bagi kita yang beragama Islam pernah membaca firman Alloh swt. : ” Alloh akan meninggikan beberapa derajat orang yang berilmu”. Dan juga hadist nabi yang berbunyi : “Barangsiapa ingin berbahagia di dunia maka kuasailah ilmu dunia dan barangsiapa ingin berbahagia di akhirat maka kuasailah ilmu akhirat/agama, dan barangsiapa ingin berbahagia didunia dan akhirat maka kuasailah ilmu kedua-duanya”. Tentu kita semua tahu bahwa ilmu disini adalah ilmu yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri ataupun lingkungan disekitarnya, bukan ilmu yang merusak. Ilmu sangat mungkin bisa diperoleh hanya dengan belajar. Belajar dalam arti luas, tidak hanya tentang IPTEK tetapi juga hal lain, hidup dan kehidupan. Yang muda belajar menjadi murid yang pandai dan anak yang baik, sedangkan yang tua belajar menjadi orang tua yang baik. Yang bekerja belajar menjadi pekerja yang baik, dll.
    Sehingga siapapun kita, berapapun usia kita, hal yang membuat kita “berbeda” dengan orang lain dalam hidup, rejeki dan kebaikan, adalah dengan belajar dan belajar.

  19. SYAM HADIJANTO says:

    setelah mencermati artikel ini saya menjadi teringat dengan kata-kata dan pesan seorang presiden pertama RI yaitu Bung karno “KUTITIPKAN BANGSA DAN NEGARA INI PADAMU”
    dalam kata-kata ini jelas tersirat bahwa kita sebagai generasi penerus bangsa harus terus melanjutkan dan mewujudkan tujuan negara indonesia.tetapi jika melihat realita /kondisi obyektif generasi muda hari ini sungguh sangat memprihatinkan. generasi muda indonesia khususnya mahasiswa telah mengalami dekadensi.dan telah melupakan kata-kata dan pesan dari Bung karno. sudah seharusnya kita sebagai generasi muda malu terhadap diri sendiri dimana jika melihat kondisi nyata dari negara kita yang sungguh sangatlah memprihatinkan ini kita sebagai genarasi muda tak mampu berbuat apa-apa dan malah seolah tak perduli dengan semua ini. artikel ini sesungguhnya memberikan sebuah dorongan/motivasi dan dukungan kepada generasi muda untuk kembali membakar semangatnya, membuka wawasannya melalui belajar dan terus menggali potensi diri. tetapi pesan yang terkandung dari artikel ini akan menjadi hampa tanpa makna apabila generasi muda tidak segera sadar akan tugas dan kewajibannya.dan segera mengambil tindakan nyata, karena omongan tanpa tindakan tidak akan berarti apa-apa, bangsa ini membutuhkan sebuah tindakan nyata dari generasi muda dan bukan hanya sebatas retrorika belaka. ( wahai generasi muda luangkanlah waktumu sejanak untuk indonesia)……………..

  20. deny yuli handoko says:

    Saat ini nasib bangsa kita sedang dipertaruhkan, nasib bangsa ini ke depan ada di tangan kita. Dengan Jiwa yang bersih, semangat, dan ilmu pengetahuan merupakan modal terpenting untuk meraih impian tersebut. Setiap waktu yang kita jalani harus melahirkan sebuah manfaat, rasa takut dan sulit adalah rintangan kita yang harus bisa kita lewati. Kita harus punya keyakinan dan kehatian-hatian untuk menghadapi rintangan tersebut. Jiwa yang bersih adalah benteng kita, Kesabaran dan ketekunan akan memperkaya diri kita dengan ilmu pengetahuan merupakan sumber kekuatan kita. Kita sebagai muda-mudi bangsa, ayo kita buktikan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik. Deny yuli Handoko, Jurusan Hukum.

  21. Saat ini nasib bangsa kita sedang dipertaruhkan, nasib bangsa ini ke depan ada di tangan kita. Dengan Jiwa yang bersih, semangat, dan ilmu pengetahuan merupakan modal terpenting untuk meraih impian tersebut. Setiap waktu yang kita jalani harus melahirkan sebuah manfaat, rasa takut dan sulit adalah rintangan kita yang harus bisa kita lewati. Kita harus punya keyakinan dan kehatian-hatian untuk menghadapi rintangan tersebut. Jiwa yang bersih adalah benteng kita, Kesabaran dan ketekunan akan memperkaya diri kita dengan ilmu pengetahuan adalah sumber kekuatan kita. Kita sebagai muda-mudi bangsa, ayo kita buktikan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik. Deny yuli Handoko, Jurusan Hukum.

  22. Ira Devi says:

    Segala sesuatu akan terasa mudah apabila dijalani dengan rasa bahagia dan keikhlasan dari dalam diri sendiri. Jika segala sesuatu didasarkan karena keterpaksaan hasil yang diperoleh tidak akan maksimal. Pada awalnya kita harus menyenangi dahulu apa yang kita lakukan kemudian selanjutnya segala sesuatu tersebut akan lebih mudah untuk dikerjakan. Bahkan terkadang diri sendiri tidak menyadari bahwa semua itu tampak muda apbila dilakukan dengan rasa bahagia dan keikhlasan. Sebagai anak muda harus mewujudkan apa yang diinginkan, apa yang dicita-citakan. Kesemuanya tersebut harus disertai dengan doa. Usaha tanpa doa hasilnya akan kurang maksimal, begitu juga apabila berdoa tanpa usaha tidak akan menghasilkan apa-apa.

  23. Merry Pravitya says:

    Tulisan diatas adalah motivasi buat anak muda zaman sekarang untuk bersikap lebih optimis, pantang menyerah, dan selalu berusaha untuk mencapai kesuksesan dan cita – cita. Dengan melakukan hal – hal yang bersifat positif dan kreatif, karena kesempatan tidak datang dua kali, Karena banyak sekali anak muda zaman sekarang hanya mengisi hari – harinya dengan hal – hal yang kurang bermanfaat dan sia2. Tulisan ini memberikan motivasi saya untuk lebih baik dalam melakukan hal yang baik dan bermanfaat, salah satunya dengan belajar menuntut ilmu. Untuk mendapatkan suatu tujuan kita harus tabah dan rela untuk berkorban termasuk imipian kita. Semangat anak muda.

  24. budi santoso says:

    sama pak membaca tulisan bapak saya lagsung teringat pada perkataan dan sekaligus doa emak saya le sinau seng seregep ajok lali dunga, tulus tertuang dari perasaan yang polos dan harap yang tinggi, tapi setiap saya berdiri di depan pintu perpustakaan ada tulisan yang samhat besar dengan huruf yang tebal. YANG TIDAK BERSEPATU DILARANG MASUK. Budi santoso, uwg 07 FH/Kenegaraan

    • Iwan Nugroho says:

      wah itu sudah bagus: agar mahasiswa masuk perpustakaan berpenampilan rapi: Saya kuatir, nanti tulisan berbunyi: rambut lurus dilarang masuk: Nanti salon kriting rambut jadi laris….ha..ha. Intinya kalau mau belajar harus jadi gelas kosong .. jadi kalau ada prosedur tertentu, atau kondisi lainnya. diikuti saja, diambil nilai positifnya; bersabar sedikit,.. pasti gelas itu terisi. Semoga sukses

      • budi santoso says:

        waduh pak kalao gelasnya sudah terisi penuh airnya malah tumpah pak, malah jadi terbuang sia-sia upaya mengisi gelasnya, takutnya sih selokanya tersumbat sehingga timbul banjir. sesuai norma memamg baik sayangnya mesti berjuang menterjemahkan norma dulu sebelum masuk perpustakaan.

  25. Retno Irawan says:

    Saya setuju terhadap artikel tersebut karena bisa membuat si pembaca termotivasi. Sebagai generasi muda penerus bangsa, menuntut ilmu sangatlah penting. Karena itu kita jangan menyia-nyiakan waktu untuk bermalas-malasan atau hanya melakukan kesenangan sesaat. Sebab itu hanya akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Jangan takut untuk mencari ilmu, gunakan waktu dan usia muda ini untuk hal yang positif dan berguna agar pengetahuan kita bertambah dan semakin luas. Kreasikan dan kembangkanlah ilmu kita dengan mengikuti suatu organisasi. Karena dengan mengikuti suatu organisasi rasa percaya diri kita akan muncul. Jadi hadapilah segala rintangan dengan rasa percaya bahwa kita pasti bisa. Maka rasa takut itu dengan sendirinya akan menghilang.

  26. Findi Ahmad says:

    Assalamualaikum wr.wb
    Yth.Prof.Dr.Ir.H.Iwan Nugroho.Ms
    sebenarnya kita telah berada pada sasaran tembak orang-orang kapitalis yang sengaja merusak dan mengobrak-abrik bangsa ini melalui Pemuda. namun anehnya justru kita merasa bangga menjadi boneka mereka…!!!

    kita tidak membutuhkan sekedar motivasi, Intelektual/kecerdasan atau omong kosong (SAJA). Namun yg terlebih penting adalah “KESADARAN”. yakni kesadaran untuk berbuat sesuatu yang membangun, dan sadar akan penjajahan pemikiran, penjajahan ekonomi, bahkan penjajahan MORAL BANGSA…!!!

    kami akan selalu berjuang untuk menjadi yang terbaik…!!
    walau gunung Runtuh pun kami mahasiswa akan selalu yang terdepan..!!

    perlu di Ingat, karena keberanian anak mudalah indonesia merdeka…!!!
    karna pada dasarnya anak mudalah yg menculik sukarno untuk memproklamasikan kemerdekaan negeri ini…!!! dan akhirnya kita MERDEKA…!!!

    Kami anak muda” tidak pernah takut belajar”!! dan tidak pernah mudah untuk menyerah””

  27. Findi Ahmad says:

    (mohon maaf berkali-kali mengirim koment tapi tidak masuk/hilang..)
    sebenarnya kita telah berada pada sasaran tembak orang-orang kapitalis yang sengaja merusak dan mengobrak-abrik bangsa ini melalui Pemuda. namun anehnya justru kita merasa bangga menjadi boneka mereka…!!!

    kita tidak membutuhkan sekedar motivasi, Intelektual/kecerdasan atau omong kosong (SAJA). Namun yg terlebih penting adalah “KESADARAN”. yakni kesadaran untuk berbuat sesuatu yang membangun, dan sadar akan penjajahan pemikiran, penjajahan ekonomi, bahkan penjajahan MORAL BANGSA…!!!

    kami akan selalu berjuang untuk menjadi yang terbaik…!!
    walau gunung Runtuh pun kami mahasiswa akan selalu yang terdepan..!!

    perlu di Ingat, karena keberanian anak mudalah indonesia merdeka…!!!
    karna pada dasarnya anak mudalah yg menculik sukarno untuk memproklamasikan kemerdekaan negeri ini…!!! dan akhirnya kita MERDEKA…!!!

    Kami anak muda” tidak pernah takut belajar”!! dan tidak pernah mudah untuk menyerah”

    • Iwan Nugroho says:

      Findi, sungguh tepat bahwa kesadaran itu penting. Tapi belum cukup. Generasi muda perlu diberi kesempatan. Maka manfaatkan usia muda, usia mahasiswa utk belajar. Buktikan dengan prestasi nyata. Saran saya, banyaklah berlatih menulis, membaca, menulis, membaca. utk mengasah pemikiran scr sistematis. coba membuat blog. Semoga sukses

  28. Findi_Ahmad says:

    (mohon maaf berkali-kali mengirim koment tapi tidak masuk/hilang..)
    setelah saya cermati tulisan diatas. sebenarnya kita telah berada pada sasaran tembak orang-orang kapitalis yang sengaja merusak dan mengobrak-abrik bangsa ini melalui Pemuda. namun anehnya justru kita merasa bangga menjadi boneka mereka…!!!

    kita tidak membutuhkan sekedar motivasi, Intelektual/kecerdasan atau omong kosong (SAJA). Namun yg terlebih penting adalah “KESADARAN”. yakni kesadaran untuk berbuat sesuatu yang membangun, dan sadar akan penjajahan pemikiran, penjajahan ekonomi, bahkan penjajahan MORAL BANGSA…!!!

    kami akan selalu berjuang untuk menjadi yang terbaik…!!
    walau gunung Runtuh pun kami mahasiswa akan selalu yang terdepan..!!

    perlu di Ingat, karena keberanian anak mudalah indonesia merdeka…!!!
    karna pada dasarnya anak mudalah yg menculik sukarno untuk memproklamasikan kemerdekaan negeri ini…!!! dan akhirnya kita MERDEKA…!!!

    Kami anak muda” tidak pernah takut belajar”!! dan tidak pernah mudah untuk menyerah”

  29. kq bnyk yng ngutip cerita ato omonganx soekarno yach’ d’sini…
    soekarno uda kyk dewa. hmmh…. ckckckck…

    • Iwan Nugroho says:

      Seorang Soekarno adalah sosok teladan yang luar biasa. Pada usia muda (usia belasan) ia belajar dari guru politik HOS Cokroaminito di Surabaya; saat usia dua puluhan ia belajar dari rakyat kecil Marhaen di Bandung: ia sudah membaca biografi orang-orang besar di jamannya. Ia mendengar radio luar negeri sejak muda (fasih bahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jepang). Ia berkawan dengan bermacam-macam golongan. Ia seorang nasionalis; yang mampu berkompetisi dg bangsa-2 lain.

      • budi santoso says:

        pak perasaan nama bandung itu: amang, ujang kabayang yang populer malah sangkuriang, la ini kok malah MARHEN pakai PAK lagi,

      • Iwan Nugroho says:

        coba cari bukunya cindi adam, Bung Karno, Penyambung Lidah .. sangat bagus utk dibaca: silakan disimak

      • budi santoso says:

        UNTUK BUNG FINDI. sukarno-is banget, keren-keren soekarno bukan figur yang mau di perbudak tapi mampu mengambil peluang dari jamam perbudakan,

      • budi santoso says:

        terimakasih atas rujukanya bukunya pak, dan semogasaja saya di ijinkan untuk membacanya.

  30. Rasanya lebih elok jika saya mengucapkan kata, “Apa Kabar?” terlebih dahulu kepada Prof. Iwan, pasti pertanyaan yang akan muncul adalah kenapa mesti bertanya “Apa Kabar?” sesungguhnya saya ingin menanamkan rasa spirit yang diberikan motivator dengan menanyakan kabar, dimana harus dijawab “Luar Biasa”. Iyah, kata “Luar Biasa” tersebut semacam memberikan self hypnotist kepada kita untuk setiap saat dalam hela nafas ini agar tercetak menjadi orang bermotivasi tinggi yang tentunya jangan sampai loyo.
    Tulisan Prof. Iwan diatas sejatinya merupakan cambuk yang sangat kompleks bagi setidaknya seluruh elemen usia masyarakat. Bagi kami yang dikatakan dalam istilah ilmu sosial adalah usia produktif tulisan tersebut dapat menjadi sebuah pil untuk menawarkan kenaifan kami dalam menyiakan masa muda ini atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai kartu kuning sebelum kami menerima kartu merah dari lapangan kehidupan nantinya. Bagi para usia yang bakal produktif(yang satu ini istilah saya pribadi) dapat dijadikan sebagai kompas positif bagi mereka yang akan tumbuh kelak menjadi remaja. Elemen yang terakhir adalah bagi mereka yang telah usia lanjut atau tidak produktif lagi, coretan tersebut dapat dikatakan sebagai picuan penyesalan bagi mereka yang telah menyiakan masanya dan telah tersesal dalam kehidupannya itu. Setidaknya mereka dapat mengarahkan ke jalan yang semestinya dari apa yang telah mereka alami kepada anak-cucunya, bukankah ada adagium yang mengatakan “Experience is the best Teacher” . Tentunya bagi mereka yang telah sukses tulisan ini adalah cermin diri bagi biji kesuksesan yang telah mereka tanam tersebut.
    Namun Prof. Iwan ada sedikit yang mungkin saya ingin tambahkan, saya rasa menjadi orang sukses bukanlah selalu harus berada dalam rel akademik saja. Saya memandang selama ini di Indonesia atau bahkan di dunia, para orang tua dan stereotype masyarakat yang ada selalu menginginkan cikal penerusnya ini adalah menjadi seorang ilmuan, tanpa memandang sisi kesuksesan lain yang dapat digapai selain menjadi seorang ilmuan. Kita sering mengalami sewaktu masih kecil, apabila nilai sekolah kita jatuh pasti akan dihadiahi nasehat atau mungkin omelan dari orang tua kita, seorang anak yang selalu mendapat posisi rangking satu dikelasnya akan lebih disegani oleh guru dan temannya dibandingkan seorang juara lomba lari marathon tingkat provinsi. Ini sebuah ironi menurut saya ketika masyarakat hanya memandang sosok sukses dan pintar hanya dari satu sisi saja yaitu science. Menurut saya tidak semua orang berbakat menjadi seorang ilmuan dan tentunya tidak semua orang minat. Contoh yang mungkin saya ambil adalah penyanyi Avril Lavigne dimana ia memutuskan untuk berhenti sekolah saat kelas 2 SMA dan memilih fokus dalam dunia musik, apa yang terjadi? Banyak orang disekitarnya yang menyesalkan keputusan tersebut, mungkin pemikiran yang ada dimasyarakat mereka tidak mau idolanya tersebut dicap sebagai orang bodoh dengan tidak bersekolah, padahal dapat kita ketahui hingga hari ini betapa besar namanya di dunia musik, dia adalah orang pintar di dunianya yaitu musik. Sesungguhnya ilmu memang penting, tetapi tidak semua ilmu tersedia dalam daftar menu di restoran dunia pendidikan. Menurut saya marilah saatnya kita tidak terdikotomi bahwa seorang yang tidak bersekolah itu bodoh, seorang yang bukan berbakat di dunia akademik itu bodoh. Pada hari ini rasanya akan lebih manis apabila kita sesuaikan bakat dan minat seorang anak dengan apa yang seharusnya ditempuh dan saatnya merubah pandangan, bahwa orang yang tidak menguasai matematika adalah orang bodoh. Semua orang memiliki potensi namun tidak semua payung dapat memayungi potensi itu termasuk dunia sekolah.
    Akhir kata, apabila saya sesuaikan dari perintah yang ada dari pihak penyedia Web tersebut yang mengatakan “Comments”, maka saya akan meminjam slogan dari Koran Tempo untuk berkomentar yaitu “Enak Dibaca Dan Perlu”. Terimakasih.

    Nb: monggo mampir di blog saya “dwinofi.blogspot.com”

    • Iwan Nugroho says:

      Saya setuju dg anda. Sukses tdk hanya diukur dg akademik. Dimanapun berada, kita bisa sukses asal tekun, konsisten, terus belajar (evaluasi, kreasi). Harus diakui, itu semua dipercepat oleh peran pendidikan. Blog anda bagus, kembangkan dg gambar dan link; agar menarik dibaca orang. Semoga anda sukses

  31. vivin anggraini says:

    vivin.anggraini

    Usia muda memang usia yang energik, dimana segala rasa keinginan tahunya tak dapat dibatasi sehingga mereka memanfaatkan segala sarana teknologi yang sedang modern tapi itu perlu adanya pengawasan dari orang tua sebab usia muda adalah usia yang gampang terpengaruhi oleh suatu keadaan sehingga orang tua tidak boleh lengah dan harus bisa ,menjadi bagian dari anak-anaknya yaitu jangan terlalu dikekang, tapi juga diberikan ruang bagi mereka supaya di usia muda bisa memanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan juga demi masa depanya!sebab Penyesalan tidak datang diawal melainkan di diakhir karena itu penting memanfaatkan waktu di usia muda sehingga tidak terbuang sia-sia.

  32. Indri Agustini says:

    Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu. Waktu ibarat pedang, jika kita tidak bisa menggunakan dan memfungsikan dengan baik, maka kita akan terbabat. Kita harus membuat suatu perubahan ke arah yang lebih baik selagi usia belum tuan dan tubuh menjadi renta.”Live is a choice”. Kita sendiri yang bisa memilih dan menentukan, dalam hidup ini kita mau jadi apa atau jadi bagaimana. Jangan terpaku pada keterbatasan yang kita miliki, gali potensi yang kita punya. Tidak semua orang-orang besar memiliki kesempurnaan. Kita tengok sebuah fakta, Thomas Alpha Edison adalah penjual koran di kereta api, Julius Caesar mempunyai penyakit ayan, Beethoven orang yang tuli. Mereka adalah orang-orang hebat dunia. Dengan kekurangan yang melekat pada dirinya, mereka “BISA”. Kita pun harus bisa merangkak dan lari menuju perubahan yang lebih baik selagi ada kesempatan.

    • Iwan Nugroho says:

      Indri, sejak muda, sdh seharusnya belajar terus menggali potensi diri; agar kita siap menerima tantangan dan kesempatan. Jangan sampai terlambat. smg sukses

  33. Fitridianti Permana says:

    Tulisan Bapak sangat menarik untuk menggugah kesadaran para kaula muda untuk melakukan perubahan yang positif. Banyak anak muda yang tidak peduli dengan masa depan bangsa. Mereka terlalu larut dalam gaya hidup hedonisme, mereka tidak sadar bahwa bangsa ini sangat membutuhkan keberadaannya sebagai generasi penerus yang berkompeten. Kita sebagai pemuda-pemudi Indonesia seharusnya sadar bahwa kita merupakan asset/investasi bangsa. Karenanya kita harus bisa menjadi generasi yang pro aktif dalam kegiatan yang positif, jangan buang masa muda dengan percuma karena waktu yang telah terbuang tidak akan pernah kembali. Gunakanlah waktu sebaik mungkin. Janganlah mudah menyerah, ikhtiar, dan selalu berdoa adalah kunci dari kesuksesan.

    • Iwan Nugroho says:

      Fitri. menjadi generasi penerus yang kompeten adalah wajib. Anak-anak muda perlu diberi kesempatan agar siap sejak awal. never give up. smg anda bagian dari pejuang masa depan.

      • budi santoso says:

        lebih keren lagi yo tanggapan dari mbak FITRI, nilai A untuk mbak fitri

  34. yoga prasetio s. says:

    Usia muda, jangan takut, sebenarnya bukan masalah takut ataupun berani, masalahnya adalah mau atau tidak mau. usia muda memang usia yang energik, usia yang pas untuk memulai kesuksesan, fisik kuat dan mumpuni merupakan modal penting. Seringkali usia muda banyak diisi untuk nongkrong dan bersosialisasi lewat HP sampai-sampai terlena dibawanya, setelah membaca tulisan tersebut saya jadi berfikir jika hal-hal seperti nongkrong dll lebih pas jika dilakukan hanya untuk pelarian ketika kita merasa bosan, lelah, jengkel dan marah ketika menemui kendala dan kesulitan. Ya tulisan tersebut telah memberikan spirit tersendiri kepada saya, masa muda lebih ada tenaga dan banyak waktu untuk sukses. SALAM SUPER!

  35. yusuf budhyanto says:

    Tulisan yg sangat menarik dan motivatif tp sayangnya jarang anak muda yg mau membaca tulisan seperti ini dengan kesadarannya. Andai adapun mungkin gairah sesaat tp setelah itu kembali ke kebiasaannya yg sudah umum sekali terjadi pada para remaja. Saya sendiri secara pribadi ikut terbakar api semangat dalam mendidik anak saya yg kebetulan jg remaja SMU kls 3 . Dan seperti di paparkan di atas memang mempunyai juga kebiasaan remaja seperti itu dan bahkan yg sudah tidak remaja sekalipun jg demikian.. hahaha…….Yah saya kira bukan hanya remaja yg perlu tulisan motivatif seperti itu tetapi orang tua pun jg sangat perlu sehingga tidak terlena dalam mengawasi perkembangan putra dan putrinya agar pemimpin bangsa yg akan membawa rakyat Indonesia kita menuju kemakmuran.

  36. yusuf budhyanto says:

    Tulisan yg sangat menarik dan motivatif tp sayangnya jarang anak muda yg mau membaca tulisan seperti ini dengan kesadarannya. Andai adapun mungkin gairah sesaat tp setelah itu kembali ke kebiasaannya yg sudah umum sekali terjadi pada para remaja. Saya sendiri secara pribadi ikut terbakar api semangat dalam mendidik anak saya yg kebetulan jg remaja SMU kls 3 . Dan seperti di paparkan di atas memang mempunyai juga kebiasaan remaja seperti itu dan bahkan yg sudah tidak remaja sekalipun jg demikian.. hahaha…….Yah saya kira bukan hanya remaja yg perlu tulisan motivatif seperti itu tetapi orang tua pun jg sangat perlu sehingga tidak terlena dalam mengawasi perkembangan putra dan putrinya agar menjadi pemimpin bangsa yg akan membawa rakyat Indonesia kita menuju kemakmuran.

  37. HARDIANTO says:

    Setuju, karena dengan ini bisa membuat para pembaca mempunyai motivasi untuk terus belajar dan belajar, dan terus menerus mencari ilmu dan menggali potensi pada diri kita sendiri.
    Langkah awal untuk kita menuju kreativitas dan potensi yaitu dengan memerlukan kesabaran, ketelitian, dan tidak mudah putus asa. Agar motivasi kita tidak terbuang dengan sia – sia oleh waktu. Usia muda ini harus diisi dengan hal – hal yang positif saja dan berguna.
    Hidupmu ada ditanganmu ambillah langkah pertamamu kedalam cahaya menuju suatu kesuksesan, ingatlah sebuah perjalanan seribu mil harus dimulai dengan satu langkah yang pasti dan Tidak ada hal yang terindah dalam hidup ini selain kita mengisi dan menjalani hidup ini dengan ha-hal yang baik.

  38. Deni Irawan says:

    Luar biasa membaca tulisan Bapak. Saya yang berada di usia transisi muda ke dewasa, sudah mulai melihat benturan antara idealisme dengan realitas. Sepertinya hidup itu tidak seideal yang dikira yah Pak, saat saya menjajaki realita kehidupan. Tapi saya yakin, tidak ada kata terlambat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: