Bila pecinta alam reuni

Kelompok pecinta alam adalah komunitas yang khas.  Mereka adalah sekumpulan orang yang peduli dengan alam dan lingkungan dan sangat dekat di antara sesamanya.  Karena itu ketika ada momen tertentu untuk bertemu, maka mengalirlah hasrat dalam jiwa raga untuk segera bertemu.  Ini akan terjadi meskipun tidak aktif lagi sebagai pecinta alam, dengan kata lain sebagai alumni.  Daya tarik dan dorong bertemu menyampaikan hasrat terikat dengan alam begitu kuat menembus hambatan jarak, kesibukan dan kesempatan lainnya.  Itulah yang kira-kira terjadi dengan bertemunya para pecinta alam yang tergabung Widyagama Pecinta Alam (Wigapala) Universitas Widyagama Malang, dalam momentum Diklatsar Wigapala di Ranupane tanggal 7 hingga 11 Januari 2012.

Diklatsar adalah salah satu tahapan dalam siklus organisasi UKM Widyagama Pecinta Alam, dengan sasaran merekut anggota baru dan menjalankan mekanisme regenerasi dalam tubuh Wigapala.  Dimulai dengan Diklat Ruang, yang menyajikan materi konsep berorganisasi dan wawasan konservasi alam.  Diklat lapangan untuk meningkatkan ketrampilan-ketrampilan tertentu, teamwork dan survival.   Sebagai akibatnya, dalam tubuh organisasi Wigapala berkembang karakter mahasiswa yang tangguh, penuh motivasi, dan menunjukkan kepedulian.  Itu pula yang menghasilkan ikatan persaudaraan yang kuat di antara anggota maupun dengan alumninya, dan bermanfaat untuk pengembangan karier lulusan.

Penulis bukanlah pecinta alam seperti kawan-kawan pecinta alam Wigapala.  Penulis hanya mendalami kensepsi akademik perihal konservasi atau sustainability development, atau spesifik ekowisata.  Penulis beberapa kali (1,2,3) pergi ke wilayah Ngadas , TN Bromo Tengger Semeru, dan Ranu Pane, melakukan survei untuk riset, paling tidak dalam lima tahun terakhir.  Kehadiran kali ini adalah dalam rangka menjalankan tugas, penulis bersedia melihat peserta yang sedang ikut Diklatsar.  Ternyata forum tersebut juga menjadi ajang reuni para alumni Wigapala.  Disinilah kedekatan itu bergitu terlihat, layaknya sahabat lama yang tidak bertemu, layaknya kakak yang ingin melindungi adiknya, layaknya sesama manusia yang ingin membantu lainnya.  Reuni khas sekaligus untuk menjemput generasi muda calon-calon penerus organisasi.

Ranupane10 Januari 2012Mereka adalah kumpulan orang-orang yang mampu menunjukkan pembelajaran dengan atau terhadap alam secara utuh.  Pembelajaran yang mensyaratkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan; sehingga setiap pecinta alam mampu bersahabat dengan alam secara harmonis dalam kondisi apapun.  Pembelajaran telah membentuk karakter pecinta alam menjadi tangguh terhadap segala kondisi alam (beserta isinya), mampu beradaptasi dan bekerjasama, dan mengambil keputusan secara cepat dan terukur; demi keselamatan jiwa raga maupun upaya konservasi alam.  (Kekuatan) Alam yang teramat besar dapat dihadapi hanya oleh orang yang saling peduli, rendah hati, sabar, cermat, dan trengginas.

Luar biasa, reuni yang menyatu dan disatukan oleh alam.  Menyatu dalam hasrat dan jiwa, sekalipun mereka sudah dengan profesinya masing-masing.  Tidak ada lagi rasa canggung karena atribut status ekonomi atau perbedaan lainnya.  Yang muncul adalah rasa kesepahaman, kesadaran bersama atau kebersamaan, dan keinginan saling membantu.  Pada kesempatan inilah modal sosial dengan segera terwujud.  Mereka berinisiatif menunjukkan kontribusinya secara nyata.  Mereka misalnya, untuk membantu berbagai sarana-prasarana organisasi, ketika melihat berbagai peralatan yang sudah mulai udzur.  Ada juga yang membantu saudara-saudara lain yang membutuhkan pertolongan.

Memori lama berkembang dengan kejenakaan, kenakalan, dan pemahaman.  Yang dahulu suka malas-malasan, nyontek, menggoda; kini menjadi pengusaha yang sukses.  Yang dahulu tidak bisa debet kredit, sekarang menjadi account officer suatu corporate besar.  Tentu saja tidak lupa dengan memori-memori penjelajahan, hilang dalam pendakian, jatuh saat pemanjatan, dan suka duka berpetualang lainnya.  Memori berwujud keheningan saat mengenang saudara-saudara alumni yang sudah meninggal dunia.  Semoga Allah memberi kebaikan kepada mereka.

Selamat untuk Wigapala Universitas Widyagama Malang dan seluruh alumninya.  Semoga sukses.

6 Responses to Bila pecinta alam reuni

  1. Purnawan D. Negara says:

    Bukan main…….salute untuk Pak Rektor…..

    • Iwan Nugroho says:

      Pak Pur, kita pulang dari Ranu Pane jam 8 malam. jalanan berkabut tebal, berangin. kita mampir ke pak Mulyadi, ngobrol sampai jam 10.30 malam. komunikasi khas ngadas; berhangat-hangat di dapur, dg suguhan kopi plus mi instan. Ngadas selalu ngangeni…

  2. Great! Good luck!

  3. asrurisyam says:

    Terima kasih atas perhatian bapak kepada adik adik kami….. dengan perhatian bapak… kami percaya akan membuat kami menjadi lebih mengerti akan arti “menjalani kehidupan”. Sukses untuk widya gama.

    wigapala masih tetap [ widya gama pecinta alam ], tanpa widya gama tak akan lengkap wigapala. dan di bendera kamipun selalu tertulis MPA Universitas Widya Gama.

    Kami selalu ada !

    • Iwan Nugroho says:

      sama-sama mas. Kita semua sedang “menjalani kehidupan”. Wigapala sudah menunjukkan teladan. Saya yakin akan ada kebaikan di balik itu. Kita semua sepakat itu. semoga sukses ya. salam utk kawan2 lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: