Sensasi Angkot Padang

13363474911237085964Kota Padang sudah dikenal sejak dahulu sebagai kota budaya.  Kota ini termasuk di wilayah sekitarnya mewarisi sejarah kolonial Belanda, Jepang, periode kemerdekaan hingga saat ini, yang tertata dan tercatat rapi memperkuat budaya Minangkabau yang berbasis Islam.  Budaya itu berhasil menelorkan orang-orang terdidik yang dibutuhkan bangsa ini.  Namun, agaknya predikat budaya itu.. semakin berwarna dengan dinamika kontemporer kota.  Kota ini sekarang memiliki moda transportasi angkot yang gaul sekaligus gokil.   Penulis tidak tahu benar apakah angkot seperti ini ditemukan di tempat lain.  Ya … angkot di kota Padang memang penuh sensasi.  Penulis akhirnya bisa merasakannya setelah melihat, mendekat dan menaiki angkot tersebut.

Dari luar,.. eksteriornya .. pasti heboh, penuh dengan paduan atau dominasi warna yang ngejreng maupun modifikasi body mobil yang berani.  Warna body ada yang putih, orange, biru, merah dan kombinasinya.  Aneka macam banner melekat mewarnai body, dengan beraneka tulisan dan gambar.   Ada tulisan merk celana jean, merk mobil, atau istilah lain dalam bahasa Inggris, Indonesia, Jepang/Korea atau Minang.  Gambar meliputi mobil, binatang, nomer, atau simbol-simbol tertentu.

13363475951673233117Umumnya body sdh dimodifikasi, body mobil (ditambah) diturunkan hingga jarak dengan aspal hanya sekitar 10 hingga 15 cm. Ini memberi kesan angkot sangat elegan, mentereng dan keren.  Roda mobil juga sepertinya dikecilkan, diberi dop velg yang kreatif.  Beberapa angkot diberi sayap di bagian atas belakang untuk memberi kesan aerodinamika, layaknya fungsi downforce di F1.

Di interiornya makin menarik.  Umumnya tempat duduk penumpang ditata lebih simpel, dipermak lebih empuk, dengan warna serasi.  Ada interior yang diberi warna hijau muda sehingga memberi warna sejuk dan teduh, ada pula warna biru berkesan elegan.  Di dalamnya pembaca dapat menemukan perangkat audio-video, bahkan sebuah angkot memiliki hingga sejumlah 12 speaker.  Tentu saja speaker itu tidaklah murahan, tetapi dilengkapi tweeter sampai subwoofer ukuran besar atau kecil sehingga suara berkualitas sangat mantap terdengar.  Speaker dapat ditempatkan di berbagai tempat interior, antara lain di lantai dibawah jok penumpang, di sekitar kaca belakang (bawah atau atas), atau di belakang driver.  Posisi speaker demikian sebenarnya makan tempat sehingga mengurangi jumlah penumpang, atau mengganggu posisi duduk penumpang.

Speaker itulah yang mengeluarkan suara berdentam-dentam; yang diikuti dengan lampu-lampu yang pada malam hari berkilau warna-warni.  Nyanyian, musik itu berasal dari front panel mounted USB port dengan MP3 player diperkuat dengan aplifier.  Angkot yang penulis naiki dilengkapi dua TV/LCD layar datar merk terkenal di bagian depan dan belakang.  Dapat dibayangkan, .. dentuman musik tidak akan pernah berhenti dengan warna dan musisi yang berganti-ganti .. dengan stok lagu yang sangat melimpah, ada dangdut, rock, atau pop.  Selain itu, angkot inipun seperti layaknya mobil pribadi, karena disediakan replika pantri dan minumannya; serta parfum yang menyegarkan dari udara pengap dan panas.  Sebuah boneka manis melengkapi tatanan interior menjadi humanis (lihat galeri).

Lahirnya kreasi angkot gaul di Padang tidak lepas dari aspek persaingan bisnis.  Di antara angkot saling bersaing mendapatkan penumpang yang kabarnya sangat selektif. Umumnya pelajar, mahasiswa atau anak-anak muda lebih menyukai angkot gaul dibanding angkot biasa. Ada sensasi tersendiri dengan naik angkot gaul, bisa mengetahui perkembangan teknologi audio-video, multimedia dan kreasi pernik lainnya.  Mereka berpikir dua kali untuk naik angkot yang biasa-biasa saja.  Hal ini tidak berlaku bagi penumpang orang tua, yang kabarnya tidak menyukai kebisingan di dalam angkot.

Fenomena angkot gaul dapat menjadi kajian menarik bidang ekonomi dan pemasaran dalam aspek teori maupun praktek. Pertama, investasi operator per angkot sesungguhnya sangat mahal.  Biaya modif body mobil bisa mencapai 10 juta rupiah, peralatan audio katakan 5 juta rupiah, video 2 juta rupiah, dan asesoris lain 2 juta. Total mencapai 19 juta rupiah, suatu angka yang sangat fantastis.  Kedua, tarif angkot tergorong murah, hanya dua ribu rupiah untuk umum dan seribu rupiah untuk pelajar; nampak tidak sebanding dengan biaya investasi.  Namun, faktanya angkot Padang relatif penuh penumpang, jarang ngetem, dan selalu ngebut (kejar setoran.. he..he).  Karena kebut-kebutan inilah penumpang orang tua merasa tidak nyaman naik angkot gaul.  Ketiga, angkot gaul sesungguhnya contoh nyata ekonomi kreatif.  Ekonomi ini memiliki kaitan ke belakang—terhadap industri printing, painting, digital design, audio-video, dan penunjangnya; dan kaitan ke depan—terhadap hampir seluruh jasa; yang tentu saja dampaknya sangat nyata dalam ekonomi regional termasuk tenaga kerja.  Keempat, operator angkot mampu menerapkan strategi pemasaran dalam mengembangkan bisnisnya.  Kreativitas terbukti membawa keunggulan dalam kompetisi.  Lebih jauh, bila operator angkot mampu bersatu, dapat menaikkan posisi menjadi moving advertisement space untuk promosi berbagai produk.  Hal ini yang masih harus dibuktikan.

Lembang Panderman Malang, 6 Mei 2012

2 Responses to Sensasi Angkot Padang

  1. hafryrokr says:

    emang angkot padang mantap bro, apalagi yang warna orange/putih jurusan lubuk buayo dan labor/airtawar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: