Blogger, tukang atau majikan?

Ngeblog adalah suatu aktivitas menulis, berkreasi menulis atau berbagi tulisan di suatu blog.   Adapun para aktivis atau penulis blog disebut sebagai  Blogger.  Blogger telah menjadi trending, atau  suatu identitas baru yang menjadi kebanggaan pribadi para penulis blog.  Pertanyaannya: Mengapa harus ngeblog?  Hal itu disampaikan oleh banyak orang. Pertanyaan secara halus, misalnya: “Saya sudah bisa email, FB, sms, dan berhubungan dengan kawan-kawan di lain tempat.  Rasanya itu sudah cukup, mengapa perlu ngeblog atau mendisain website sendiri?  Adapun pertanyaan yang teramat jelas, misalnya, biar itu dikerjakan oleh operator, saya bisa bayar mereka untuk membuat blog? Pertanyaan seperti itu memang wajar.  Dan memang semua sedang mengalami proses.  Ibarat orang inginnya nonton bola layaknya pertandingan Persija vs Arema, tapi masalahnya ini hanya turnamen tarkam (antar kampung).  Dan celakanya penonton keburu negative thinking, padahal dalam turnamen tarkam pun ada pemain sekualitas Noh Alamshah (mantan Arema, sekarang di Persib Bandung).

Jadi masalahnya banyak orang keburu salah persepsi tentang blog?

Mengapa harus ngeblog? Jawabannya sederhana, ya…. memang  harus ngeblog, enjoy aja.  Kepada para penanya di atas, maka jawaban itu sangat tepat.  Tetapi itu tentu saja masih koma.  Para penanya tersebut harus langsung diajak nonton blog, tunjukkan hal-hal yang disukai sesuai seleranya.  Bila ia suka musik, tunjukkan blog koleksi musik.  Bila suka travelling, perlihatkan blog pengalaman travelling.  Bila ia adalah dosen, perlihatkan blog akademik atau pembelajaran.  Bila ia suka masakan, ajak lihat blog kuliner. Jawaban itu lebih mengena dibanding penjelasan teoritis.  Setelah itu, baru mereka diajari ngeblog dengan melihat kemampuan dalam penguasaan website.

Sekali lagi ini bukan sekedar teoritis.  Alasan dan konsep ngeblog sudah banyak didiskusikan, khususnya di dunia perguruan tinggi.  Ini jamannya post industrial, yang harus cepat, melompat dan dekat untuk menyambut dan melayani dunia jasa yang penuh dengan aneka curhat.  Dunia blog, website, IT, email, media sosial, gadget, atau multimedia itu memang kebutuhan.

Ada rahasia yang perlu diketahui.  Bahwa dengan ngeblog sesungguhnya anda semua sedang menjadi tukang.  Penulis yakin para bloger adalah segmen masyarakat majikan, baik majikan beneran maupun semu (maksudnya majikan tanpa anak buah).  Bagaimana tidak, dengan ngeblog sesungguhnya anda menjadi orang bebas, yang punya waktu, gagasan, ketrampilan, kesempatan dan modal (yang cukup, termasuk punya komputer).  Jadi dengan posisi (sebelumnya) menjadi majikan, kemudian menjadi tukang blogger, maka para majikan tidak turun kasta menjadi tukang, tetapi justru sedang menjalani proses pembelajaran sesungguhnya; yang berhadapan langsung dengan kondisi lapangan.  Majikan sedang menjadi pelaku paripurna (idealisme) kehidupan nyata yang selama ini diperankan tukang.

Mengapa demikian? Tukang biasanya bekerja tidak bebas mengembangkan idealismenya karena hanya melaksanakan perintah majikan.  Dengan menjadi blogger, maka jiwa/semangat majikan menyatu dengan tukang.  Maka, blogger  adalah kumpulan kekuatan idealisme kehidupan; berkomitmen pada perjuangan.  Ketika menulis, mendisain, memodifikasi dianggap tidak cocok, maka segera didisain lagi; tidak puas lagi, dirobah lagi, robah lagi dan seterusnya hingga kepuasan pembaca tercapai.

Para blogger, anda semua sedang membangun nilai tambah ekonomi yang luar biasa.  Dengan menjadi majikan dan tukang, berarti ada tambahan jumlah dan aktivitas tenaga kerja, yakni anda dengan profesi awal dan sebagai blogger.  Bila ada satu juta orang blogger, sejatinya ada dua juta pekerja yang terdiri majikan dan tukang.   Blogger adalah sumber gagasan yang potensial/operasional. Di dalamnya, ada berpikir positif, ada proses membaca, ada pulsa/jaringan terpakai, ada listrik, dan instrumen/alat lain termanfaatkan.  Hal yang nyata manfaatnya adalah ada komunikasi sosial, ada gerakan menulis, ada kepedulian (sharing is caring), ada amal.  Manfaat itu terasa nyata, bukan sekedar retorika, bukan hiruk pikuk seperti demo, bukan hingar bingarnya politisi atau pengamat.

Hal lain, para blogger sesungguhnya sedang bertugas menjadi pelayan.  Anda tidak perlu berkecil hati dengan predikat itu karena sangat mulia, dan sekaligus sebagai rasa syukur.  Anda sedang melayani, peduli dan perhatian kepada orang lain untuk memberi nilai tambah, manfaat dan maslahat.  Penulis yakin, anda sedang tidak memikirkan untuk kepentingan diri sendiri.  Tulisan, gambar atau disain blog senantiasa tertuju untuk kemanfaatan bagi orang lain.  Semua disajikan untuk orang lain, merencanakan dan berpikir untuk orang lain, menghargai  orang lain, dengan melihat sisi yang lain.  Secara tidak sengaja anda juga sedang menerapkan praktek-praktek entrepreneurship.  Jerih payah itu tidak akan pernah sia-sia.

Seorang entrepreneur pasti seorang pembelajar dalam seluruh kehidupannya.  Ia suka membaca, melihat, mendengar, mengasah, menganalisis dan tentu berupaya menerapkan pengetahuannya.  Ia senantiasa berusaha untuk mencoba, kalah nyacak menang nyacak.  Dunia blogger melatih untuk teliti, rinci, sistematis dan menguasai hal-hal kecil.  Dari sinilah, ide-ide nyata terealisasi, dan mengalir menjadi gagasan lebih besar atau melahirkan inovasi yang berorientasi solusi.  Sekali lagi solusi untuk kemanfaatan dan kemaslahatan untuk orang lain.  Mahasiswa yang ngeblog, pasti sedikitnya, mulai berpikir dan merencanakan ide-ide yang bermanfaat untuk dirinya dan pembacanya.  Syukur-syukur ia menemukan manfaat nyata untuk menambah softskill maupun akademik.  Dosen yang menulis di blog, selalu berorientasi manfaat  untuk profesinya atau kepentingan pembelajaran dan mahasiswanya.  Pegawai yang punya blog, ingin berbagi pengetahuan yang bermanfaat kepada orang lain tentang profesi, hobi atau kompetensinya.

Ringkasnya, di dalam diri blogger, sesuai dengan profesinya masing-masing, menyimpan potensi (sebagai majikan dan tukang) idealisme kehidupan dan kejuangan,  untuk melayani dan  membangun bangsa dan mengubah dunia menjadi lebih baik.  Selamat menjadi blogger.

Malang, 26 Mei 2012

2 Responses to Blogger, tukang atau majikan?

  1. Bagi yang punya keinginan untuk sharing pemikiran lewat tulisan, tetapi tidak ingin dibatasi dengan aturan dan berbagai tetek-mbengek syarat yang digariskan oleh PEMRED maka media blog adalah alternatif bagi anda. Anda bebas menulis apa saja yang anda fikirkan dan tidak ada yang dapat mencegahnya. Tentu saja harus disertai tanggung jawab dan jangan SARA loh… (lihat contohnya di http://pmblab.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: