Wakatobi (4): Makan ikan

Ke Wakatobi,.. memang harus makan ikan.  Para pengunjung atau wisatawan sejak awal harus mempersiapkan diri untuk makan ikan sepanjang hari.  Dan ini sangat baik.. dan sangat sehat.  Lingkungan perairan Wakatobi yang merupakan wilayah konservasi terumbu karang adalah sumber kehidupan dan habitat pembiakan bagi ikan dan biota lainnya.  Itu sebabnya produksi perikanan di wilayah ini sangat tinggi.  Para nelayan dari suku Bajo punya karakter kuat dalam kehidupan di laut.  Kehidupannya tidak dapat terpisah dari laut, karena mereka memang tinggal dan bermukim di laut.  Sangat sulit memindahkan kehidupan mereka menuju darat.  Merekalah yang terutama yang mensuplai ikan di pasar Wanci, atau bahkan di wilayah Sulawesi umumnya.

Di pasar pagi (dan malam) atau pasar Mola, jumlah ikan sangat melimpah untuk mencukupi kebutuhan harian khususnya di pulau Wangi-wangi.  Harga ikan disana memang sangat murah, relatif murah dibanding ayam yang mencapai 100 ribu rupiah per ekor.  Produk ikan yang dijual sangat beragam.  Ikan dijual dalam bentuk masih utuh, sudah dipotong/dibelah, sudah dimasak, atau dikeringkan (ikan asin).  Jenis ikan atau hasil laut yang bisa ditemui antara lain baronang, sunu, nilai, kerapu, cucut, kakap, kerang, cumi kecil, gurita, bulu babi dan ikan laut dalam lainnya.  Posisi los atau stan ikan tepat ditepi laut layaknya dermaga, dengan kualitas bangunan permanen.  Penulis amati bahwa jumlah pembeli tidak terlalu banyak sehingga terkesan ikan yang dijual masih melimpah.  Para penjual yang kebanyakan ibu-ibu itu dengan ramah dan sabar menunggu penjual, termasuk menyilakan penulis mengambil foto.  Lihat galeri.

Warung makan atau rumah makan di Wanci menyediakan aneka menu ikan, dengan cita rasa yang nikmat. Rumah makan menyajikan daftar menu yang sangat lengkap, antara lain di Wakatobi Bajo atau Wisata Beach.  Lokasi rumah makan Wakatobi Bajo berdekatan dengan perumahan suku bajo.  Menu ikan sangat beragam antara lain dalam sajian ikan goreng, panggang, atau sop ikan (parende).  Sementara warung makan pun tak kalah nikmatnya, bisa ditemui di sekitar pasar pagi atau pasar Mola.  Di tempat wisata diving Waha, yang dikelola kelompok Waha Tourism Community (WTC), juga menyediakan menu yang istimewa.  Makan ikan di Wakatobi perlu ditemani menu lokal misalnya kasuami atau papeda.  Kasuami terbuat dari singkong berbentuk seperti tetel ketan sebagai pengganti nasi.  Papeda terbuat dari sagu seperti lem, juga sebagai pengganti nasi, sangat nikmat dicampur dengan parende.  Makan ikan lebih nikmat dengan sambel cair yang terdiri campuran cabai, tomat dan kecap (asin).  Jeruk nipis yang dikucurkan di atas ikan menjadikan suasana makan lebih segar dan sehat.

Pengalaman makan ikan terus menerus selama lima hari nampaknya tidak masalah bagi metabolisme tubuh, termasuk putri penulis.  Kami sempat kuatir berdampak tertentu.  Syukur Alhamdulillah, semuanya berlangsung normal.  Suatu malam, penulis sempat terbangun karena ada rasa nyeri di kerongkongan, namun itu hanya reaksi sesaat karena kurang minum air putih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: