SERBA-SERBI IDUL ADHA 2012/1433H

Hari raya Idul Adha 1433H kali ini memberikan memori dan kesan berbeda.  Banyak faktor sehingga hari raja haji ini selalu menarik. Ada kecenderungan kehidupan keagamaan yang makin baik di dalam masyarakat.  Hal ini dapat dilihat dari tingginya minat berhaji, atau peningkatan jumlah hewan kurban.   Ini juga berkaitan dengan kemajuan pembangunan ekonomi dan teknologi informasi.  Serba-serbi Idul Adha dikemukakan berikut.

Kurban dan pertumbuhan ekonomi.  Setiap tahun berulang, pertanyaan itu muncul: Berapa jumlah hewan kurban yang terkumpul.  Hal ini terbersit oleh aktivis masjid, panitia kurban atau siapapun.  Tapi sungguh luar biasa, pembaca juga sependapat, setiap tahun jumlah hewan kurban meningkat.  Fakta ini tentu menggembirakan.  Pertanyaan ini sama dengan mengapa hasrat naik haji meningkat? Ada apa sesungguhnya?  Kita semua sepakat bahwa ada peningkatan sisi positif dalam kedalaman keagamaan, ada semangat tinggi dalam kehidupan beragama.  Rasulullah saw memberikan ancaman bagi orang-orang yang tergolong mampu berkurban tetapi tidak melaksanakannya. Dalam sabdanya, “Barang siapa yang memiliki keleluasaan (mampu) untuk berkurban, tetapi dia tidak berkurban, maka sekali-kali jangan mendekati mushollaku”.  Faktor lainnya, ini semua tidak lepas dari kemajuan ekonomi pembangunan Indonesia.  Konsumsi pemerintah, rumah tangga, investasi dan perdagangan luar negeri meningkat tajam.

PDB per kapita mencapai USD 3005 pada akhir 2010 (BPS, 2011), naik mendekati tiga  kali dibandingkan tahun 2004, yaitu sebesar USD 1186.   Dalam enam tahun, naik tiga kali.  Bila keadaan ini berlanjut, maka tahun 2016 PDB per kapita menjadi USD 9000. Keberhasilan Indonesia mendapat apresiasi dunia internasional, sehingga sejak tahun 2008, diundang (bersama Cina, India, Brazil, dan Afrika Selatan) dalam kelompok ‘enhanced engagement countries’ atau forum Group-20, atau G-20, yaitu dua puluh negara yang menguasai 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia (RPJMN 2010-2014).  Indonesia saat ini dipandang sebagai negara yang ekonominya kuat, dan segera menjadi negara maju.  Menurut McKinsey, Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar ke-7 dunia dengan GDP mencapai US$7 triliun.  Lihat data Bank Dunia.

Kembali ke Desa.  Suasana idul adha senantiasa diramaikan dengan penyembelihan kurban.  Seminggu sebelum sholat ied, di berbagai pelosok dan jalan kota berdiri kandang-kandang darurat kambing atau sapi.  Nampak truk-truk dari luar kota berdatangan masuk kota, menurunkan hewan ke kandang yang disiapkan para pedagang.  Sejak saat itu banyak transaksi pembelian kurban.  Selain itu, ada juga pembelian hewan kurban secara langsung oleh panitia, takmir atau perorangan ke pasar hewan di desa atau langsung ke peternak.  Apapun cara transaksi itu, hanya pilihan; tergantung masing-masing menyukainya.

Dua hari sebelum waktu sholat ied, hewan kurban sudah berpindah posisi.  Hewan-hewan berpindah dan masuk ke halaman rumah, masjid atau lingkungan perumahan.   Anak-anak kota riang bergembira, mendekati hewan, bermain dan memberi makan hewan.  Bau sapi dan kambing menyebar di kota, bau khas suasana desa.  Bagaikan kembali ke desa.

Terkenang dengan tanah suci.  Hari raya Idul Adha adalah serangkaian dengan ibadah haji, untuk mengenang kembali perjuangan nabi Ibrahim dan keluarganya.  Saat sholad ied, di Mekah bersamaan dengan puncak pelaksanaan haji di Mina, dimana berkumpul jamaah dari seluruh dunia, untuk melempar jumrah (atau menuju Mekah untuk Thawaf).  Sehari sebelumnya jamaah calon haji melaksanakan wukuf di Arofah.  Para haji senantiasa teringat dengan Arofah, Musdzalifah, Jamarat, lingkungan masjidil Haram, pemandangan sekitar Ka’bah, masjid Nabi dan lokasi lainnya (lihat gallery).  Semuanya pasti mengesankan, mengharukan, dan menjadikan dekat dengan Allah.  Dengan kemajuan teknologi informasi, sudah dapat melihat Masjidil Haram dan Madinah secara live.  Lihat http://makkahlive.net/makkahlive.aspx

Hal ini yang membangkitkan memori para haji dan hajjah seluruh dunia. Mereka ingin memelihara kemabruran, dengan terus meningkatkan mutu keimanan, ketaqwaan dan kesalehan sosial kepada lingkungan dan bangsanya.  Ibadah haji bukan saja merupakan penyempurnaan dari ibadah lainnya, tetapi juga sebagai pembuktian keimanan dan ketaqwaan di hadapan Allah.  Sementara itu, kurban pada hakekatnya berani mengorbankan hal-hal duniawi, untuk kepentingan akherat.  Harta, rumah, jabatan, atau status  lebih sering membelenggu pikiran manusia; dan sehingga melupakan amal soleh dan kemanfaatan sosial.

Vila Bukit SengkalingSholat Ied dimana?  Pertanyaan inisungguh biasa saja, atau tidak penting bagi kebanyakan orang.  Namun demikian pertanyaan ini senantiasa muncul dengan kondisi tertentu, seperti sedang bepergian (karena biasanya dimanfaatkan untuk silaturahim keluarga atau berlibur), sedang kunjungan ke luar negeri, atau perumahan baru, jauh dari lapangan atau masjid besar.  Para pendatang atau penghuni baru, biasanya mengikuti teman, famili atau tetangga menuju tempat sholat Ied.

Kebetulan di tempat penulis, panitia memutuskan tempat sholat Ied yang baru.  Tempat biasanya sebelum ini, adalah halaman masjid yang dianggap tidak siap karena alasan teknis.  Tempat baru merupakan lapangan terbuka yang terletak di  belakang makam yang dibatasi tembok permanen setinggi empat meter.  Arah kiblat tepat menghadap tembok tersebut.  Takmir masjid agak lama berunding memikirkan sah tidaknya tempat baru, karena memang tidak ada laternatif tempat lainnya.  Akhirnya tempat baru disetujui dan mendapat dukungan dari warga di sekelilingnya.  Namun, sungguh mengejutkan.  Jumlah jamaah sholat Id mencapai sekitar empat ratus orang.  Manfaat lainnya adalah, khatib sholat Ied berkali-kali menyebut dan menunjuk makam di belakangnya saat menjelaskan perihal akherat atau terkait dengan kematian. Kita diingatkan bahwa bekal akherat lebih penting.  Hendaknya memikirkan persiapan kematian dibanding mengurusi keduniaan semata.  Rumah yang bagus, luas dan indah di dunia tidak seindah rumah di akherat kelak.

masjid al muhajirin VBSSiapa yang menyembelih hewan kurban.  Pertanyaan ini juga sepele.  Manakala jumlah hewan kurban hanya lima ekor, mungkin tidak menjadi masalah.  Namun bila jumlahnya adalah enam ekor sapi dan 25 kambing, siapa sanggup menanganinya.  Manajemen hewan kurban adalah hal komplek, meliputi perencanaan, sosialisasi, pengumpulan uang, pembelian, pengumpulan hewan, penyembelihan, pemotongan dan pencacahan, penimbangan, pembungkusan, dan pendistribusian.  Belum lagi proses pengendalian dan pengawasan.  Dalam hal ini, manajemen kerja bakti oleh takmir atau warga, sungguh menyulitkan.   Takmir dapat bekerja hingga malam hari untuk mendistribusikan hewan kurban. Bila demikian, seyogyanya takmir menggunakan tenaga bantuan.  Mereka diberi hanorarium untuk tugas penyembelihan hingga pembungkusan.  Standar harga tugas tersebut bervariasi, sekitar puluhan ribu rupiah per ekor kambing dan ratusan ribu rupiah per ekor sapi.  Takmir bertugas untuk pendistribusian dan pengawasan.

Dr Saad Ibrahim dkkSilaturahim warga.  Pada hari penyembelihan, seluruh warga berkumpul membantu panitia.  Selalu saja ada ide sebelumnya, menjadi terealisasi, untuk memanfaatkannya menjadi ajang silaturahim.  Setiap warga bertemu di masjid atau tempat penyembelihan, baik sekedar bertemu atau ikut membantu bertugas dalam manajemen hewan kurban.  Untuk mengakrabkan, panitia dapat mempersiapkan menjadi silaturahim yang lebih hangat.  Disinilah dibantu misalnya ibu-ibu PKK, atau ibu jamaah masjid, mempersiapkan hidangan sarapan, snak hingga makan siang.  Lauknya tentu saja tidak jauh-jauh dari daging sapi atau kambing yang sudah disiapkan sebelumnya. Dari anak-anak, remaja, orang tua (termasuk ibu-ibu), satpam, tukang sampah, dan warga lainnya, makan bersama-sama dalam suasana yang gembira.  Pengalaman ini sangat khas pada silaturahim Idul Adha, dan mustahil terjadi pada momentum lain.

Malang, Vila Bukit Sengkaling, 27 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: