Berbudaya disiplin dan melayani

 

Yahootravel

Suatu saat penulis berkesempatan melakukan perjalanan ke Singapura.  Negeri dekat tersebut sudah sangat dikenal.  Kata orang Indonesia yang bermukim disana, “Singapura bisa maju karena Indonesia, Singapura ekonominya kuat karena orang Indonesia, wisatawan asing yang berkunjung negeri itu terbanyak dari Indonesia.  Opini tersebut ada benarnya.  Penulis menemui orang-orang menggunakan bahasa Indonesia di berbagai tempat di negeri kecil itu.  Yang menjadi pertanyaan mengapa bisa demikian.  Tentu ada faktor tertentu yang menarik minat orang Indonesia, membuat datang, mau berinvestasi, ingin bekerja dan bermukim disana.  Orang pergi ke Singapura karena ada tujuan wisata yang menarik, ada pulau Sentosa, ada patung Singa, ada kampung Bugis, ada Orchad Road, dan obyek lainnya.  Itu semua benar adanya.  Singapura memang membuat siapa saja merasa nyaman, aman, dan memuaskan bagi siapa. Orang Malaysia, orang Cina, para bule pun menyukai kehidupan Singapura.

Penulis mengamati beberapa kehidupan dan kejadian.  Di setiap tempat, sangat terasa sentuhan bagaimana “sambutan dan layanan”.  Sentuhan itu begitu mengena, sehingga setiap orang akan menanggapinya secara positif dan penuh penghargaan dan penghormatan.  Pasti di dalamnya ada hal yang dapat dipelajari, tidak ada salahnya kita contoh dan adopsi di dalam kehidupan ini.

Koleksi pribadi

Bandara.  Changi, bandara itu sangat populer bukan hanya bangunan, interior atau tampilan lainnya.  Penulis tidak sering singgah di bandara itu, hanya lima kali saja.  Selalu ada kerinduan dan gairah mendengar dan singgah di bandara Changi. Senantiasa terbayang lantai karpet biru, display informasi, suasana mal, atau kereta skytrain.  Di bandara ini, dapat ditemui layanan free wifi, anjungan komputer dengan menu all about Changi dan bebas internet, mushola atau toilet yang sangat bersih.  Penumpang dapat menikmati Changi Dolar Voucher (CDV) senilai SGD 40 (sekitar Rp. 320.000,-) dengan menukarkan setiap tiket transit (berangkat pulang) Singapore Airlines atau SilkAir. CVD ditukarkan di counter informasi dilayani petugas yang sangat ramah. Voucher itu dapat digunakan untuk belanja, makan atau beragam layanan di lebih dari seratus outlet di sekitar area transit.

Saat boarding, petugas meneliti penumpang hingga ‘clear’ dan ‘safe’.  Ini adalah bandara dengan standar keamanan dan kenyamanan tinggi.  Penumpang harus patuh dengan berbagai tahapan layanan yang detil dan ketat demi keamanan bersama.

Koleksi pribadi

Pesawat.  Layanan di dalam pesawat terbang Singapore Airlines sangat luar biasa.  Pesawat Singapore Airlines memanjakan setiap penumpangnya dengan suguhan menu makanan, hiburan, interior pesawat, keramahan dan kesigapan awak pesawat untuk memuaskan para penumpang.  Kombinasi standar safety dan layanan tinggi diterapkan dengan disiplin dan terinfo dengan jelas, membuat penumpang tersenyum, puas dan patuh.  Saat dimana penumpang harus mengenakan sabuk pengaman, jangan coba melanggar.  Crew akan hilir mudik menemui, meneliti, dan memastikan penumpang untuk mematuhinya.

Restoran dan Toko.  Saat mendatangi restoran atau toko anda selalu disambut dengan aktif oleh pelayan atau penjaga.  Pelayan akan selalu mencoba memasuki pikiran pengunjung untuk memilih makanan atau menu lain.  Mereka cukup mengerti wisatawan Indonesia dan perilakunya.  Kecepatan dan ketertiban layanan jangan ditanyakan lagi.  Mereka bergerak cepat memenuhi permintaan, menyiapkan menu, atau membersihkan tempat.  Terkadang antara majikan dan pelayan tidak dapat dibedakan karena semuanya bekerja cepat, berinisiatif, tidak saling menunggu untuk mengerjakan sesuatu untuk kepuasan konsumen.  Komunikasi dalam bahasa Indonesia, Melayu, Inggris, Mandarin, akan India dimengerti oleh pelayan atau pegawai.

Hotel.  Hotel-hotel di Singapura sangat ramai oleh wisatawan dari Indonesia.  Layanan hotel bukan hanya baik, bersih dan ramah, tetapi juga sangat mengerti dengan kebutuhan perilaku wisatawan Indonesia.  Saat liburan atau akhir pekan, wisatawan Indonesia mendominasi hotel Singapura. Petugas hotel dengan disiplin dan cermat siap melayani untuk memberikan kepuasan kepada pengunjung.  Suatu saat penulis pernah mengamati, betapa cepat dan tertib mereka melayani tamu hotel yang ramai khususnya saat breakfast.  Tamu diminta antri bila kapasitas restoran sedang penuh.  Antrian segera masuk saat ada meja kosong.  Semuanya terlayani dengan nyaman dan memuaskan.

Tempat-tempat wisata.  Hampir semua tempat wisata (hingga ratusan) memberikan layanan dan akomodasi yang nyaman, bersih dan terinformasi jelas.  Wisatawan dapat naik MRT dan LRT (lihatpeta). MRT adalah jaringan transportasi kereta utama yang menghubungkan hampir semua wilayah di Singapura. Sedang LRT adalah versi kecil, yang biasanya menghubungkan wilayah lokal, misal wilayah perumahan (12).  Siapapun tahu, negeri ini dikenal sebagai kota bisnis (3), dimana semua budaya ditemukan dan saling menghormati.  Pemerintah Singapura nampaknya ingin menonjolkan sisi budaya sebagai subtansi jasa pariwisata.  Karena ia tidak memiliki kekayaan sumberdaya alam seperti negara lain, sebagai kekuatan ekonomi wisata.  Budaya itu ditonjolkan dengan ragam layanan, informasi, keramahan, kedisiplinan, teknologi, inovasi, kemudahan, hiburan dan kepuasan lainnya.  Penulis sempat mengunjungi masjid Sultan di daerah di Kampong Gelam.  Disana, pengunjung non muslim dapat masuk masjid dan mempelajari budaya Islam dengan layanan yang ramah dan memuaskan (4).

Singapura membuktikan bahwa sentuhan layanan dan sambutan mampu menarik minat siapa saja berkunjung kesana.  Tidak cukup itu, Singapura juga menciptakan sistem dan aturan yang ketat dan disiplin agar orang-orang juga mematuhinya demi tercipta ketertiban dan kenyamanan.  Setiap pelanggaran disertai sanksi yang jelas.  Anehnya, semua orang nampaknya patuh dan nyaman saja dengan kehidupan disana.  Sistem dan prosedur yang dibarengi dengan disiplin menjadikan Singapura menjadi wilayah yang nyaman dan produktif.

Orang Indonesia merupakan terbanyak yang berkunjung ke Singapura. Menurut Regional Director of ASEAN and Oceania, Singapore Tourism Board, Kenneth Lim, kunjungan wisatawan asing ke Singapura di periode Januari sampai September 2012 mencapai 14.4 juta orang.  Wisatawan Indonesia berada di urutan pertama (sebanyak  2.1 juta orang) (56), diikuti  China, Malaysia, Australia, dan India.   35 persen wisatawan Indonesia adalah pelancong bisnis dan meetingincentiveconvention, dan exhibition(MICE), sementara sisanya 65 persen untuk tujuan leisure atau pelesir dan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.  Ada sebanyak 466 penerbangan langsung Indonesia – Singapura setiap minggu. Lihat pengalaman travelling ke Singapura (78). Orang-orang kaya Indonesia juga senang berinvestasi properti di Singapura, dan menduduki peringkat ke tiga setelah Cina dan Malaysia (9). Singapura memang dikenal kemudahan dalam perijinan bagi investor.

Mari berbudaya disiplin dan melayani.

Lembah Panderman, 25 Mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: