Di Jakarta ada busway, di Malang ada angkotway

13837957891964062512

Angkotway, Jl. MT Haryono, Malang (koleksi pribadi)

Begitulah para pembaca.Malang kini punya angkotway, mirip dengan busway di Jakarta.Hanya angkot yang diijinkan lewat jalan tersebut dengan tanda lalulintas yang cukup aneh dan nyata.Cerita lengkapnya cukup panjang.

Penulis uraikan singkatnya saja.Daya tarik kota Malang bagi pendatang memang luar biasa. Mereka berduyun-duyun mengadu nasib di kota (tidak lagi) dingin ini, terutama untuk sekolah/kuliah, bekerja, investasi properti, atau menghabiskan pensiun.  Di Malang, ada empat PTN dan sekitar 50 PTS, dimana setiap tahun menerima sekitar 50 hingga 60 ribu mahasiswa baru.  Universitas Brawijaya (UB) saat ini menempati peringkat pertama jumlah mahasiswa terbanyak di seluruh Indonesia, yakni sekitar 61 ribu mahasiswa. Aktivitas jasa dan bisnis properti luar biasa maju, diiringi dengan pesatnya sektor konstruksi.  Penulis mengamati Malang menjadi tempat nyaman untuk menghabiskan masa pensiun (terutama pensiunan dari luar Jawa).  Mereka merasakan lingkungan nyaman dan sejuk, biaya hidup yang murah dibanding luar Jawa, dan tentu kota Malang adalah kota maju dan modern, serta segalanya ada disini (he..he membanggakan diri).

Jadi sumber masalahnya sangat sederhana. Terjadi peningkatan populasi dan kepadatan lalu lintas di hampir seluruh jalan di kota Malang. Masalah kemacetan lalulintas tersebut terbaca oleh walikota Malang yang baru, yakni Abah Anton.  Karenanya, ini menjadi prioritas untuk dicarikan solusinya sebagaimana janji saat kampanye pemilihan walikota .  Dan angkotway adalah pilihannya.

Ada tiga jalan, yakni MT Haryono, Panjaitan, dan Gajayana, yang merupakan arus utama kehidupan warga kota Malang, yang menghubungkan wilayah pemukiman, jasa perdagangan, pendidikan (empat kampus PTN), dan jasa penunjangnya, termasuk menghubungkan ke luar kota (ke arah Batu dan Surabaya). Waktu sibuk lalulintas terutama adalah pagi hari (jam 6.30 – 8.30) dan sore hari (jam 14.00 – 18.00).  Hari sabtu dan minggu juga tak kalah sibuknya, karena Malang diserbu warga luar kota untuk menikmati daya tarik wisata dan keindahan di sekitar kota ini. Mulai hari Rabu, 6 Nopember 2013, angkotway diberlakukan pada tiga jalan utama tersebut.  Sosialisasi perubahan arah lalulintas ini sudah sekitar lebih sebulan lalu diumumkan.  Sosialisasi dimulai dan ditandai dengan pembuatan garis jalan berwarna kuning pada tiga jalan utama tersebut.

Peta Lalulintas Kota Malang (malangkota.go.id)

Peta Lalulintas Kota Malang (malangkota.go.id)

Dengan aturan baru ini, maka diberlakukan jalan satu arah dimulai dari jalan MT Haryono  (tepatnya lampu lalu lintas Dinoyo) ke arah timur hingga Panjaitan. Setelah itu, pengguna jalan dapat masuk jalan Bogor ke selatan (satu arah).  Hingga disini, tidak ada perubahan arah di jalan Veteran (depan Matos).   Memasuki perempatan Veteran lampu lalulintas Sigura-gura, kembali diberlakukan satu arah menuju jalan Gajayana ke arah Batu.  Secara garis besar, jalur baru satu arah ini melingkari  kampus UB.  Memang gagasan ini adalah untuk mengurai kemacetan di sekitar kampus UB.  Sejak manajemen UB membuka program studi banyak-banyak dan kelas lebar-lebar, dalam lima tahun terakhir, telah mengakibatkan kepadatan mahasiswa di dalam dan luar kampus.

13837962581744750646

Angkotway, Jl MT Haryono, Malang (koleksi pribadi)

Apa uniknya angkotway tersebut.  Angkotway tidak lebih sebagai jalan satu arah.  Sebelumnya, tiga jalan utama tersebut dapat diakses dua arah.  Namun saat sosialisasi gagasan jalan satu arah, pengemudi angkot protes berat karena akan mengganggu kepentingannya.  Pemerintah kota Malang agaknya melunak dan berkompromi.  Hasil keputusannya, jalan satu arah diberlakukan untuk semua pengguna jalan kecuali angkot.  Lucu tidak??  Angkot warna biru khas kota Malang diijinkan tetap berjalan dengan dua arah.  Karenanya, agar lalu lintas berjalan tertib dan aman, pada badan jalan diberikan garis pembatas khusus berwarna kuning menyolok berjarak 2 m dari tepi jalan.  Jalanan itu khusus untuk angkot, ya …  sebut saja sebagai angkotway, yang jelas-jelas melawan jalan jalur satu arah.

Seperti halnya busway di Jakarta, dalam dua hari diberlakukannya angkotway, banyak hal tidak terduga.  Masih ada saja mobil (terutama luar kota) yang nyelonong masuk jalur angkotway.  Pengguna motor pun tetap membandel mengikuti rute angkot ini.  Maklum, jalur ini adalah jalur gemuk bagi mahasiswa dari dan menuju tempat kuliah (khususnya empat PTN).  Mereka merasa tidak nyaman dengan aturan ini karena rute perjalanan bertambah jauh.  Dan ironinya, jalur angkotway ini sangat membahayakan karena melawan arus satu arah.  Sebaliknya juga dapat terjadi, pengguna motor pada arus satu arah paling sering melawan arus angkotway ini.

Semoga yang menjadi tujuan perubahan arus lalulintas ini dapat dicapai, yakni mengurangi kemacetan, dan meningkatkan kenyamanan dan keamanan berlalu lintas.

Artikel ini telah terbit di kompasiana

Lembah Panderman, 7 Nopember 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: